Wonosobo, 2 Rumah Ambruk, 1 GOR Rusak

Dampak Gempa Bumi Tasikmalaya

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO- Gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (15/12) pukul 23.47 kemarin, terasa hingga ke wilayah Wonosobo. Getarannya bukan hanya membuat warga panik dan keluar rumah. Namun dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Polres Wonosobo, tercatat 2 rumah roboh di Desa Sidorejo, Kecamatan Selomerto dan Kelurahan Sukoharjo. Selain itu, 2 tiang listrik ambruk serta Gedung Olah Raga (GOR) Desa Kajeksan, Kecamatan Sukoharjo, mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras SIK melalui Kapolsek Selomerto AKP Wahono mengungkapkan, rumah yang roboh di Sidorejo masih dalam tahap pembangunan, dan belum dihuni. “Kami duga temboknya belum kering benar, sehingga saat diguncang gempa, langsung roboh,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kedu.

“Semalam, petugas kami dari Polsek Selomerto langsung mendatangi TKP untuk mengecek situasi. Untuk pagi ini (kemarin), bersama warga sekitar, kami melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing sisa bangunan,” tutur AKP Wahono.

Goncangan gempa juga menyebabkan Gedung Olah Raga Desa Kajeksan mengalami kerusakan parah. Bahkan, polisi sampai harus menutup lokasi dari warga untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Sebagian besar atap gedung roboh. Namun masih ada yang menggantung, jadi sangat membahayakan,” kata Wakapolsek Sukoharjo, Iptu Sunaryono.

“Kami sudah tutup lokasi dari akses warga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa guna tindak lanjut kejadian ini,” tambahnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -