33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Prihatin, Bayi Langsung Diberi Susu Formula

Maraknya Komunitas Ibu Menyusui

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

Kesadaran para ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif buat buah hati mereka memang sedang meningkat. Kita dapat dengan mudah menemukan grup-grup pro ASI di media sosial (medsos), yang menjadi wadah para ibu bertukar informasi seputar ASI.

ASOSIASI Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Jawa Tengah, salah satunya. Komunitas ini menaungi para ibu menyusui untuk belajar dan mencari tahu bersama lebih jauh tentang menyusui.

“AIMI Indonesia sendiri berdiri sejak 2006, kalau yang Jateng itu sejak 2010. Di situ kami sama-sama advokasi, edukasi, dan tentunya belajar untuk mengetahui apa serta bagaimana menyusui bayi,” ungkap Ketua AIMI Jateng, Rachmadani, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, selama ini banyak sekali pengetahuan yang salah dipahami oleh ibu-ibu di Indonesia, tidak terkecuali di Jateng. Banyak ibu yang justru “menormalkan” susu formula daripada menyusui secara alami atau ASI eksklusif. Hal itu menimbulkan keprihatinan para member AIMI Jateng.

Karena itulah, AIMI merasa bahwa pengetahuan terkait ASI eksklusif tersebut harus gencar diedukasikan kepada masyarakat. Sehingga anak-anaknya bisa mendapatkan gizi yang baik melalui pemberian ASI eksklusif minimal sampai usia 6 bulan, dan lebih baik lagi hingga 2 tahun.  “Karena selama ini banyak ibu-ibu yang nggak masalah dengan susu formula. Tidak memperhatikan lagi pentingnya susu yang diberikan langsung darinya (ASI). Itu kan sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Komunitas ibu-ibu menyusui lainnya adalah Eksklusif Pumping (E-Ping). Komunitas yang memanfaatkan forum media sosial sebagai tempat berdiskusi ini bisa membantu memberikan solusi soal pemberian ASI eksklusif. Bahkan Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, memberikan acungan dua jempol untuk aktivitas anggota E-Ping tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This