31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Petani Sulit Dapatkan Pupuk

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Pupuk menjadi bahan baku utama bagi petani, sayangnya pupuk jenis urea kini mengalami kelangkaan. Tercatat hampir enam bulan terakhir, kekurangan pupuk terjadi sehingga membuat petani cemas dengan keadaan tanaman yang mereka tanam.

Pengecer pupuk dari Puspita Tani Semarang, Abdul Munir menjelaskan jika kelangkaan pupuk terjadi selama enam bulan terakhir atau pada Juni lalu. Padahal permintaan pupuk dari petani saat ini cukup besar namun ia tidak bisa mencukupi permintaan tersebut. “Dari distributor memang mengalami kekosongan, katanya ada pengurangan kuota pupuk dari Pemerintah untuk pengecer,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun lalu, tercatat stok pupuk yang didapatkan untuk dipasok kepada petani mencapai 164 ton. Namun karena ada pengurangan kuota dari Pemerintah, membuat dirinya hanya bisa mendapatkan pasokan sekitar 50 ton. Pengurangan kuota tersebut, kata dia adalah pengaruh dari program kartu tani. “Padahal belum semua petani dapat, selain itu juga ada petani yang menyewa lahan dari orang lain,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusdiana mengatakan jika saat ini tidak terjadi kelangkaan pupuk. Kesulitan mendapatkan pupuk yang dialami saat ini karena pupuk bersubsidi karena jatah petani sesuai dengan Sistem informasi Pertanian Indonesia (Sinpi) sudah habis sejak Bulan Juli. “Kuota yang disediakan Pemerintah berdasarkan Sinpi, jadi bukan langka pupuknya tapi memang kuotanya sudah habis,” ucapnya.

Ia menerangkan, dari total 4.000 petani yang ada di Kota Semarang, sebanyak 60 persen sudah mendapatkan kartu tani, sisanya masih diproses. Ada juga kartu yang sudah selesai dicetak namun belum didistribusikan BRI, sehingga kuota pupuk sesuai sinpi lebih kecil dari kebutuhan petani. “Petani harus punya opsi dan tidak tergantung pada pupuk subsidi, mereka bisa menggunakan pupuk organik yang juga murah namun hasilnya sangat bagus,” ucapnya. (den/bas)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...