33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Pelaku Batik Harus Terus Berinovasi

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mendorong agar pembatik bisa memiliki kompetensi di bidangnya. Selain itu, harus terus melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan benar-benar bisa bersaing di pasangan. Dengan cara itu mereka bisa bersaing sekaligus meningkatkan kualitas agar batik yang dihasilkan bisa memiliki kualitas unggul.

“Selama ini sertifikasi pembatik kurang banyak diketahui khalayak, sehingga nilai jual dari hasil karya batik kurang mendapat respons,” kata Rukma Setyabudi.

Ia mendorong bagi semua pengusaha untuk memberikan kesempatan bagi pembatiknya untuk bisa mengikuti kompetensi supaya mendapatkan sertifikat. Bila memang berkompeten, ada nilai lebih dari pembatik untuk menciptakan hasil karyanya. Karena sekarang persaingan semakin banyak dan jelas harus ada nilai lebih. “Jika tidak kalah bersaing jelas akan menjadi masalah. Apalagi Jateng merupakan gudang batik,” tambahnya.

Tidak diakui, sekarang ini jumlah pembatik di Jateng yang memiliki sertifikat kompetensi masih sangat terbatas. Daerah-daerah yang menjadi penghasil batik pun seperti Pekalongan, Solo, juga banyak pembatiknya yang belum kompeten. Padahal mereka (pembatik) dari daerah tersebut secara skil telah mendapatkan ilmu secara turun temurun. “Kalau secara lingkungan sudah membentuk pembatik, tentu tidak salah bila skil itu ditambah dengan sertifikat kompetensi akan semakin menambah nilai,” tambahnya.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik, Subagyo, mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan lembaganya kepada pembatik supaya bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Hanya saja kesadaran pembatik untuk melakukan uji kompetensi masih rendah. “Sebuah batik tidak saja dilihat dari motif melainkan juga dari warna dalam pola tersebut. Dengan demikian motif dengan warna menjadi seimbang tidak ada ruang dalam batik yang kosong,” katanya. (fth/bas)

Berita sebelumyaLintasan Atletik
Berita berikutnyaPetani Sulit Dapatkan Pupuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...