33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Ingin Jateng jadi Provinsi Literasi

Tukijo, Pelopor Gerakan Literasi Menulis Bagi Guru

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Tingginya tuntutan guru untuk bisa menulis literasi membuat Tukijo tergerak menjadi fasilitator sekaligus memotivasi para guru agar bisa menulis. Pasalnya menulis literasi saat ini menjadi salah satu cara yang digenjot pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. Selain itu, menulis literasi menjadi salah satu syarat para guru untuk bisa naik pangkat atau golongan.

Sayangnya, gerakan literasi nasional yang digalakkan pemerintah menemui berbagai kendala. Diantaranya guru belum terbiasa untuk menulis artikel ilmiah, kurang percaya diri, dan kurang inspirasi untuk membuat sebuah ide terkait literasi ilmiah. Hal tersebut akhirnya membuat pria kelahiran Cilacap 4 Mei 1980 ini membuat gerakan literasi secara mandiri. Salah satunya dengan menggandeng Jawa Pos Radar Semarang.

“Karena guru juga punya tuntutan yang besar untuk menulis literasi. Sayangnya saat ini yang banyak dituntut malah siswa, padahal guru juga punya kewajiban menulis. Banyak dari mereka tidak punya pegangan, akhirnya saya mencoba memberikan fasilitas dengan memberikan pelatihan,” katanya.

Gerakan literasi tersebut ia lakukan tanpa membawa nama sekolah ataupun instansi lainnya. Padahal ia saat ini menjabat sebagai Ketua Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa di Kota Semarang. Ia melakukannya secara independen guna memacu para guru untuk berkarya dan mengembangkan dari.

“Selain sebagai tuntutan, tulisan atau karya sifatnya abadi dan pasti dikenang. Dengan artikel ilmiah yang dibuat, nantinya bisa dikembangkan lagi menjadi buku dan terus memacu agar bisa lebih produktif menghasilkan karya,” beber suami dari Luluk Amalia ini.

Niatan awal yang bisa dianggap mulia tersebut bukan tidak menemui ganjalan. Diantaranya meyakinkan para guru agar mau menulis, dan memastikan literasi yang dibuat guru bisa dimuat di media massa. Tukijo pun langsung terjun untuk memberikan pengarahan dan pelatihan kepada para guru secara langusng. “Harapan saya kalau sudah bisa sendiri, mereka bisa terus berinovasi, tulisan yang dibuat juga bisa bermanfaat bagi orang banyak. Disinilah yang membuat saya puas, apalagi ada guru yang bisa membuat buku dari hasil tulisannya,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cek Kesiapsiagaan Polsek Menghadapi Bencana

WONOSOBO – Jajaran Polres Wonosobo terus meningkatkan kewaspadaan utamanya dalam penanganan bencana alam. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan mengecek kesiapsiagaan Mapolsek Kertek dan Kalikajar, Kamis...

Bendung Karet BKB Mulai Dibangun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Proyek pembangunan bendung karet di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) saat ini sedang dimulai tahap awal. Bendungan ini nantinya berfungsi sebagai penahan...

Gairahkan Kembali Bulutangkis Tegal

TEGAL - Sepinya wilayah Kota/Kabupaten Tegal dari ajang bulutangkis, mengundang perhatian Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggairahkan kembali melalui program Djarum Coaching Clinic 2017...

Ajak Kaum Perempuan Lahirkan Generasi Emas

RADARSEMARANG.COM - Komunitas Ibu Profesional Semarang merupakan wadah bagi kaum perempuan untuk bisa menjadi ibu yang tangguh dan profesional. Tidak sekadar masak dan macak,...

Asah Pengalaman, Belajar Tata Boga dan Kerja di Hotel

Amelia Nur Afifah bertekad memiliki sebuah bisnis, karena ingin membantu meringankan beban orang tua. Selain itu ingin mandiri dan mencari penghasilan. Seperti apa? AFIATI TSALITSATI MENGELOLA...

Hanya 29 yang Daftar Calon DPD RI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendaftaran jalur persorangan anggota DPD RI di Jateng bisa dibilang kurang peminat. Sebab, pendaftaran yang dibuka 22-26 April 2018 kemarin, hanya...