33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Donor ASI Tak Boleh Asal-Asalan

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

SELAIN dikonsumsi buah hatinya sendiri, ada sebagian ibu berbagi ASI kepada bayi selain anaknya sendiri alias donor ASI.  Khususnya, ibu-ibu yang produksi ASI-nya melimpah. Praktik berbagi ASI ini dapat membawa manfaat bagi bayi-bayi yang membutuhkan, seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, sementara sang ibu belum mampu memproduksi ASI.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Jawa Tengah, Rachmadani, mengatakan, soal donor ASI ini menjadi salah satu yang diedukasi kepada para ibu-ibu. Sebab, donor ASI bukan satu hal yang bisa dilakukan sekonyong-konyong. “Tidak ada itu namanya tuker-tukeran ASI. Memang kalau donor ada. Tapi itupun harus dengan alasan medis, artinya tidak sembarangan. Mirip dengan donor darah,” tegasnya.

Dijelaskan, melakukan donor ASI tidak boleh asal-asalan. ASI memiliki kandungan DNA yang berasal dari pemiliknya. Sementara kita tidak pernah tahu apakah orang tersebut memiliki sakit bawaan, yang kemudian dapat ditularkan melalui ASI tersebut. Sebab, meskipun ASI itu adalah susu, tetapi ia sebenarnya adalah produk darah yang dapat mentransfer berbagai penyakit. Kasus yang paling sering ditemui adalah penularan virus CMV, hepatitis B dan C, dan  HTLV atau virus pemicu leukemia dan limfoma.

“Donor ASI itu bisa dilakukan melalui beberapa prosedur. Kalau dari AIMI, harus karena alasan medis. Artinya, jika si ibu ini punya bayi, namun dia sakit dan harus menjalani perawatan yang bikin dia tidak bisa memberikan ASI secara langsung,” jelasnya.

Psikolog RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro, mengatakan, saat ini memang sudah banyak pendonor ASI, termasuk yang datang di rumah sakit tempatnya bekerja. Hanya saja, pihaknya tetap melihat segi kesehatan dari wanita yang akan memberikan donor ASI. Menurutnya, seorang anak yang diberi ASI dari wanita lain, bukan dari ibu kandungnya tidak ada masalah secara psikolog perkembangan bayinya. Asalkan, si ibu bayi memberikan ASI yang diperoleh dari pendonor tersebut sendiri.

“Terpenting cara memberikan ASI, bisa dengan cara dipangku, dipeluk, dan diberi kasih sayang oleh ibu kandungnya, bukan diberikan oleh si pendonor.  Jangan melihat ASI-nya dari mana, tapi interaksi dengan ibu dan anak, ada pandangan mata,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, ASI dari donor harus dipompa dan disimpan dengan cara yang benar bahkan dipasturisasi. ASI yang diperoleh dari pendonor biasanya dikemas dalam botol lalu disimpan di freezer.  “Jadi, ASI yang diperoleh dari pendonor tetap harus di botol. Untuk pemberiannya tetap oleh ibu kandungnya sendiri,” tegasnya.

Dikatakannya, dari pencermatannya tidak ada efek mengenai masalah ASI itu dari ibu kandungnya atau dari pendonor, karena yang lebih penting adalah cara memberikannya.  “Yang utama si pendonor ASI juga harus sehat, jadi jangan sembarang mencari pendonor, di RS Elisabeth juga ada, yang jelas daripada susu formula lebih baik ASI, dan terpenting cara memberikannya,”katanya. (tsa/jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This