Terkendala Pembebasan Lahan

361
SEGERA DIMULAI : Penandatanganan kontrak kerja pembangunan tanggul di Kota Pekalongan, disela apel siaga bencana di halaan stadion Hoegeng, Jumat (15/12). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SEGERA DIMULAI : Penandatanganan kontrak kerja pembangunan tanggul di Kota Pekalongan, disela apel siaga bencana di halaan stadion Hoegeng, Jumat (15/12). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Proyek pembangunan tanggul penahan rob senilai Rp 128 miliar, segera dimulai. Hal itu seiring penandatangan kontrak kerja antara pejabat pembuat komitmen (PPKom) dengan pelaksana proyek PT Hutama Karya, disela apel siaga bencana di halaman Stadion Hoegeng, Jumat (15/12). Hanya saja, pelaksanaan masih terkendala pembebasan lahan. Meski begitu Pemkot Pekalongan menargetkan masalah lahan akan tuntas akhir Desember 2017 ini.

Wali Kota Pekalongan Saleany Machfudz menuturkan, saat ini yang sedang dilakukan oleh Pemkot Pekalongan adalah menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang akan digunakan terlebih dahulu.

“Pembebasan lahan untuk tanggul belum selesai masih dalam proses. Namun kami targetkan akhir Desember 2017 ini bisa rampung, sehingga dapat mulai pekerjaan konstruksinya,” ujarnya. Tanggul akan dibangun mulai dari Kelurahan Kandang Panjang sampai dengan Kali Bremi perbatasan dengan Kabupaten Pekalongan.

Wali kota mengatakan, penandatangan kontrak kerja tersebut merupakan bentuk realisasi yang nyata dari pemerintah dalam penanggulangan rob.

“Di sini kita juga mengundang masyarakat terdampak rob untuk menyaksikan penandatangan kontrak kerja supaya mereka lebih tenang, dan tahu bahwa pembangunan tanggul rob sudah dimulai,” ucap Saelany.

Kepala Balai besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Rubhan Ruzziyatna mengatakan, dalam kontrak ada III paket pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kota Pekalongan, akan dilaksanakan secara multiyear. Target selesai tahun 2019. “Namun kita akan melakukan percepatan agar kebutuhan masyarakat secepatnya terpenuhi,” terangnya.

Nilai kontrak pembuatan tanggul tersebut sebesar Rp 128 miliar. Sedangkan paket pekerjaannya meliputi tanggul, long storage dan parapet. Saat ini Kementerian PUPR menekankan  semua infrasturktur yang dibangun harus punya nilai seni dan keindahan.

“Dari sisi landscape juga kita perhatikan, selama ini fasilitas umum masyarakat kurnag layak dipandang. Sehingga nantinya tanggul ini akan dibuat bagus. Selain dapat menahan rob, juga bisa dinikmati oleh masyarakat untuk fasilitas umum dan wisata,” tanasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here