Pemeriksaan IVA Gratis, Minim Peserta

504
PERIKSA KESEHATAN : Salah seorang warga Desa Tlogopakis, saat memgikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat atau IVA, di Puskesmas Petungkriyono, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PERIKSA KESEHATAN : Salah seorang warga Desa Tlogopakis, saat memgikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat atau IVA, di Puskesmas Petungkriyono, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) gratis di Puskesmas Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/12) kemarin, sepi peminat. Salah satu faktor, masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang IVA. Selain itu, sebagian besar ibu muda, merasa malu jika harus diperiksa secara langsung oleh dokter atau bidan.

Terkait kegiatan pemeriksaan IVA ini, pihak puskesmas dan desa telah memberikan undangan lebih dari 200 peserta, namun yang hadir untuk mengikuti pemeriksaan tidak lebih dari 25 orang. Padahal, sebelumnya tim PKK bersama Dinas Kesehatan telah memberikan sosialisasi tentang bahaya kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA.

Tina, 26, warga Desa Yosorejo, mengungkapkan bahwa dirinya belum memahami dan mengetahui secara pasti, apa yang dimaksud dengan kanker serviks, namun hanya tahu bahayanya saja. Pihaknya juga tidak paham akan pemeriksaan IVA, serta kegunaanya akan pemeriksaan tersebut.

“Warga masih beranggapan kalau periksa IVA itu dikira punya penyakit, jadi malu dan takut kalau mau akan periksa,” ungkap Tina.

Laely,34, anggota PKK Kecamatan Petungkriyono, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang kanker serviks dan IVA, kepada ibu – ibu anggota PKK tingkat desa, dengan tujuan agar bersedia mengikuti pemeriksaan IVA di Puskesmas Petungkriyono dengan gratis.

Namun dari 200 an undangan atau peserta sosialisasi Inspeksi Visual Asam asetat atau IVA, hanya 25 orang yang hadir, jauh dari harapan.

“Sebagian besar beralasan malu dan takut, padahal pemeriksan IVA itu cepat dan mudah, kami harap kedepan pemeriksaan IVA ini sering dilakukan di puskesmas,” kata Laely.

Sementara itu, bidan Puskesmas Petungkriyono, Pipit Danar Syahputra, menjelaskan bahwa pemeriksaan IVA, yakni pemeriksaan leher rahim atau serviks, dengan cara melihat langsung dengan mata telanjang pada leher rahim, setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5 persen, dengan tujuan untuk mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.

Menurutnya cara tersebut adalah cara sederhana. Tidak membutuhkan waktu lama dan dilakukan oleh para medis yang profesional.

“Kegiatan ini sangat penting, karena untuk mengetahui penyait kanker serviks sejak dini, serta untuk menekan angka risiko kanker rahim,” jelas Pipit. (thd/zal)

Silakan beri komentar.