Paceklik, HSNI Bagikan Beras 60 Ton

597
BERSANDAR : Musim Paceklik, banyak nelayan yang tidak melaut, akibat cuaca buruk karena sering terjadi badai, yang membuat penghasilan nelayan berkurang drastis. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERSANDAR : Musim Paceklik, banyak nelayan yang tidak melaut, akibat cuaca buruk karena sering terjadi badai, yang membuat penghasilan nelayan berkurang drastis. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Memasuki bulan Desember yang bersamaan dengan musim badai, membuat nelayan pantura khususnya di Batang mengalami musim paceklik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) membagikan bantuan beras kepada nelayan sebanyak 60 ton.

“Beras paceklik ini merupakan program tahunan yang dikoordinir oleh HNSI Kabupaten Batang dengan sumber dana yang diambil dari hasil penjualan para nelayan sebesar 0,5 persen,” terang Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, saat pembagian beras di halaman KUD Ngupoyo Mina, pada Jumat (15/12).

Menurut Teguh, pembagian beras paceklik kepada nelayan di daerahnya dilaksanakan setiap tahun pada bulan Desember. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membantu perekonomian para nelayan Batang yang notabene bulan Desember merupakan bulan yang sering terjadi badai, sehingga para nelayan tidak bisa melau. Otomatis penghasilan berkurang. Beras paceklik, dibagikan sejak tanggal 12 Desember kemarin hingga 17 Desember 2017 mendatang.

Pembagian dibagi dalam dua tahap, khusus nelayan Batang dibagikan mulai dari tanggal 12-13 Desember. “Setiap nelayan aktif kita beri 5 kg beras. Sedangkan untuk nelayan musiman dan janda nelayan masing-masing diberikan jatah beras Rp 2,5 kg,” ujarnya.

Pembagian beras untuk nelayan pendatang dilaksanakan dari tanggal 15-16 Desember. Beras paceklik diberikan kepada nelayan Kragan sebanyak 30 kg, Nelayan Bundes, Obor dan Teri sebanyak 15 kg serta nelayan Galaxi sebanyak 10 kg.

“Untuk nelayan Roban Barat, Roban Timur, Celong dan Siklayu akan kita kirimkan pada tanggal 17 Desember nanti. Akan kita bagikan untuk nelayan Roban Barat dan Timur sebanyak 1200 kg, Kemudian nelayan Celong 1.000 kg dan nelayan Siklayu 750 kg,” bebernya.

Sementara, Danramil 10/Batang, Kapten Inf Abdul Mutholib yang ikut hadir dalam pembagian beras paceklik berpesan kepada para nelayan Batang untuk tetap sabar dan tawakal serta menerima kenyataan meskipun secara drastis penghasilan para nelayan menurun.

Disamping itu, Mutholib juga mengingatkan agar para nelayan dapat bersikap dewasa berkaitan dengan adanya larangan dari pemerintah untuk menggunakan cantrang.

“Karena kebijakan tersebut juga bertujuan dalam rangka menjaga kelangsungan perkembangbiakan ikan dengan harapan hasil laut akan dimanfaatkan untuk sumber penghidupan anak cucu kita di masa yang akan datang,” ungkap Mutholib. (han/zal)