33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kerja di Kantor Wingit, Tulisannya Dijadikan Film Horor

Lebih Dekat dengan Bonaventura Danendra Genta, Alumnus SMA 3 Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Bonaventura Danendra Genta atau intim disapa Genta, merupakan alumnus SMA 3 Magelang yang kini karyanya bikin heboh karena diangkat ke dalam film layar lebar berjudul: Keluarga Tak Kasat Mata.

AGUS HADIANTO

PERAWAKANNYA biasa-biasa saja. Tapi, karyanya luar biasa. Itulah Genta, sosok pemuda sederhana namun cool, alumnus SMA 3 Magelang. Rabu (13/12) lalu, Genta sengaja diundang oleh Kepala SMA 3 Magelang, Joko Tri Haryanto, untuk mengajar kelas inspirasi kepada siswa-siswi SMA 3.

Ditemui koran ini sebelum menyampaikan materi, Genta mengaku tak menyangka, tulisannya di Kaskus yang mengangkat hari-harinya saat berkuliah dan kerja di Jogja, dilirik oleh produser dari Mix Picture Jakarta untuk diangkat ke film layar lebar.

Di Jogja, Genta berkuliah di STIE YKPN. Setelah itu, ia kerja kantoran. Tulisan tersebut, merupakan catatan hariannya selama 2011-2015. “Tulisan itu saya buat 13 seri. Saya sendiri baru menulis pada 2016 lalu, selepas kerja di sebuah perusahaan ekspor-impor di Semarang,” kata Genta.

Ia melanjutkan, “Nah, ketika masih kerja di Jogja, kantor tempat saya kerja, cukup wingit dan ada penunggunya. Bukan hanya saya saja yang merasakan atau melihat, tapi hampir semua karyawan mengalami hal yang sama.”

Empat tahun ngantor, Genta diliputi perasaan cemas dan takut. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa kehadiran makhluk tak kasat mata, sudah menjadi bagian hidupnya. “Mungkin karena sudah terbiasa melihat dan mengalami, serta sudah menjadi bagian dari kehidupan, akhirnya kami anggap sebagai keluarga. Keluarga yang tak kasat mata,” bebernya.

Tulisannya di Kaskus, kata Genta, sebenarnya menyoroti tentang kehidupan makhluk dunia lain yang selalu ada di sekitar manusia. Bahkan menjadi bagian manusia. Makhluk tak kasat mata bahkan digunakan sebagai media mencari rezeki, dengan pesugihan dan lainnya. “Jadi, akhirnya mahkluk itu menjadi bagian dari keluarga yang memakai jasa tersebut. Sungguh ironis. Tulisan saya mempunyai makna bahwa jangan mencari rezeki dengan cara yang instan dan tidak halal.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penyebab Kebakaran Masih Diteliti

KEBUMEN – Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Semarang dan Tim Inafis Polda Jateng, Jumat (8/9) melakukan investigasi penyebab kebakaran di Pasar Wonokriyo Gombong,...

2000 Karyawan Terkena PHK

TEMANGGUNG—Bisnis perkayuan di Kabupataen Temanggung, selama dua tahun terakhir ini (2016-2017), menuju titik suram. Sedikitnya, ada lima perusahaan mengalami kolaps. Manajemen terpaksa harus merumahkan...

Pasar Johar Diputuskan 4 Lantai

SEMARANG - Harapan para pedagang agar Pasar Johar dibangun 3 lantai pupus sudah. Sebab, Pemkot Semarang sudah memutuskan membangun pasar legendaris tersebut 4 lantai....

Situs Batu Bale, Potensi Wisata Yang Terlupakan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui dinas terkait, seharusnya dapat menggarap dan mengelola situs Situs Batu Bale, yang tak jauh dari Kota Semarang. Sehingga bisa...

Ke Tambora Lewat Pulau Moyo

Oleh: Dahlan Iskan Saya baru saja sarapan soto kambing di Sumbawa Besar. Saya memang suka kangen soto Sumbawa ini. Terutama kepala kambingnya. Disajikan utuh. Di...

RSUD Tambah Dokter dan Jam Layanan

BATANG-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang berinisiatif menambah dokter spesialis dan penambahan jam layanan hingga sore hari bagi pasien rawat jalan. Seiring...