33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Jalin Sinergi dengan Semua Kalangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK – Dadim 0716 Demak yang baru, Letkol Inf Abi Kusnianto memiliki banyak pengalaman selama bertugas diberbagai daerah. Pria kelahiran Jambi berdarah Kebumen Jawa Tengah ini pernah bertugas di Ternate Maluku Utara pasca konflik pada 2001, lalu bertugas di Bireun Aceh pada 2004-2005 saat pasca tsunami.

Kemudian, bertugas di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) 2007-2008, dan menjadi Satgas di Merauke 2016-2017, tepatnya diperbatasan Papua dengan Papua Nugini. Menurutnya, bertugas didaerah terluar Indonesia memang terasa menarik dan banyak pengalaman berharga.

“Didaerah terpencil atau perbatasan fasilitas pendidikan sangat minim. Saya pernah menjadi guru SD diperbatasan Papua. Fasilitas buku dan seragam lengkap, tapi satu desa muridnya hanya 20 sampai 25 siswa saja. Kadang mereka tidak full ke sekolah karenadiajak orang tua mereka berburu rusa dihutan,” katanya saat ngopi bareng dengan wartawan di Polaris, kemarin malam.

Dia menambahkan, dirinya mengenal Demak sebelumnya hanya berasal dari peta dan sejarah Islam. Namun, sekarang justru menjadi Dandim 0716 Demak. “Saya bersyukur bisa bertugas di Demak ini. Sepanjang karir di TNI, saya banyak bertugas dibagian pasukan,” katanya.

Dandim Letkol Abi Kusnianto mengatakan, untuk menjalankan tugas di Demak, ia telah memulai dengan banyak silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para ulama serta tokoh masyarakat. “Kita jalankan diplomasi sambil ngopi,” katanya.

Melalui tradisi ngopi ini, banyak masalah dapat diselesaikan. “Kita jaga NKRI ini bersama sama,” ujar Dandim yang juga perna bertugas di Tegal ini.

Dandim menambahkan, dengan adanya acara coffee break dengan wartawan wilayah Demak yang di selenggarakan Kodim 0716/Demak, maka diharapkan dapat menciptakan keharmonisan dan terwujudnya kerjasama yang lebih baik.

Dari situ, akan muncul sebuah komunikasi yang baik sehingga akan meningkatkan sinergitas antara Kodim dengan para wartawan.“Intinya, di sini saya untuk silaturahmi dan mau bekerjasama dengan wartawan karena dalam setiap kegiatan, kita banyak dibantu wartawan mempublikasikan kegiatan kita,” jelasnya.

Menurutnya, hubungan antara wartawan dan TNI tidak bisa di pisahkan. “Wartawan dan Kodim Demak harus saling sinergi. Sebab, keduanya saling membutuhkan. Wartawan adalah mitra TNI, begitupun sebaliknya,” ujar Akmil lulusan tahun 1999 ini.(hib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sempat Ditentang Keluarga, Ingin Banyak Buka Lapangan Pekerjaan

RADARSEMARANG.COM - Ririh Ayu Widiyastuti adalah alumnus Politeknik Negeri Semarang (Polines). Begitu lulus kuliah, ia mencoba menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang enterpreneur. Ia...

Dari Pramugari ke Dunia Hotel

MEMULAI karir sebagai seorang pramugari di sebuah maskapai penerbangan, ternyata tidak membuat Monica Suciana nyaman. Ia lebih memilih pensiun dan mencoba pekerjaan lain karena...

Mayoritas Siswa Nyambi Bekerja di Jalanan

RADARSEMARANG.COM - Sekolah ini berdiri di lokasi yang tidak biasa. Yakni, di tengah kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota. Batu nisan dan pohon kamboja...

Dorong Kesejahteraan Petani Ditingkatkan

SEMARANG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng yang menyebutkan petani menjadi kelompok penduduk termiskin di Jateng hendaknya dijadikan patokan untuk membuat kebijakan tepat...

Rusuh Lagi, Ditindak Tegas

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya menandatangani surat kesepakatan damai untuk menyelesaikan konflik kericuhan suporter PSS Sleman dan warga serta...

Tangkap Ular Sansaka Seberat 100 Kg

DEMAK-Petugas Polsek Sayung bersama warga kemarin berhasil menangkap seekor ular sansaka seberat 100 kilogram. Binatang melata panjang 5,5 meter dan berdiameter 17 sentimeter tersebut...