33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Dinkes Lakukan Imunisasi Ulang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Kembali mewabahnya bakteri mematikan difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang akan menggelar imunisasi ulang difteri. Terutama, daerah di sekitar pasien yang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.

“Bakteri difteri menyebar lewat drop lap (cipratan ludah) atau barang yang terkena kuman difteri dari pengidap. Untuk itu, kita harus antisipasi segera. Khususnya orang yang sudah berhubungan dengan penderita,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Batang dr Hidayah Basbeth, Jumat (15/12).

Satu lokasi yang segera disasar tim Dinkes adalah tetangga pasien KS, 6, warga dari Desa Penundan Kecamatan Banyuputih, khsusnya yang selama dua minggu terakhir bertemu atau dekat dengan pasien. Pihaknya akan berikan imunisasi tambahan berupa ORI (Outbreak Response Immunization), kepada orang  dari usia 1 tahun sampai dewasa.

Imunisasi ulang ini sudah mulai dilakukan, untuk umur kurang dari 5 tahun diberikan vaksin DPT, HB, HIB dan untuk umur 5 tahun sampai 7 tahun vaksin DT, umur 7 tahun sampai dewasa TD supaya tahan terhadap bakteri difteri.

Sebelumnya Dinkes melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar pasien yang positif difteri. Dengan mengusut dari mana dia datangnya difteri, dimulai dari tempat tinggal pasien, hingga dua minggu ke belakang sampai ke daerah Cilacap saat mengunjungi neneknya.

“Kami duga, kuman difteri kemungkinan saat pasien KS di Cilacap, karena penderita tersebut berpergian ke sana, dua minggu sebelum kena, karena di sekitar tempat tinggal tidak ada sejarah warga yang kena difteri,” kata dr Basbeth.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Cilacap dalam mengusut kasus difteri ini. Namun hal tersebut masih berupa dugaan, bukan berarti pasien memang terkena di daerah Cilacap, tapi berdasarkan hitungan infeksi dan akhirnya sakit.

Dijelaskan lebih lanjut, sejak ada kasus suspect difteri warga Batang, dilaporkan ada dua orang. Yang pertama KS, 6, warga Banyuputih dan HA, 15, warga Gringsing. Namun keduanya negatif, dan sekarang masih di rawat di Rumah Sakit Tugu Semarang. Pasein KS sendiri akan diberikan perawatan penuh selam 10 hari mendatang, hingga dinyatakan bersih total.

“Untungnya pasien KS, sudah melakukan imunisasi sebelumnya, sehingga gejala difterinya masih level ringan, bukan sedang atau berat. Beda dengan pasien dari Kendal, yang tidak pernah imunisasi, sehingga langsung sakit parah dan meninggal,” tandasnya.

Pihaknya juga sudah melakukan himbauan kepada semua pihak, juga perintah 3 Rumah Sakit, RSUD Kalisari, RSUD Limpung dan RS QIM agar bersiap jika ada. Minimal dengan membuat ruang isolasi khusus Difteri. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belajarlah dari Bumi Pertiwi

RADARSEMARANG.COM - DUNIA selalu berubah. Kehidupan yang dulu primitif, kini berubah modern. Nilai-nilai kehidupan pun berubah, seiring perubahan zaman dan peradaban. Yang dulu hanya...

Jalan Tembus Purworejo-Kulon Progo Digarap

PURWOREJO—Proyek jalan tembus jalur Kulon Progo (DIY) dan Purworejo (Jawa Tengah) serta mendukung megaproyek Bandara NYIA dan KSPN Borobudur, resmi mulai dibangun. Pembukaan pembangunan jalan...

All New Honda PCX, Bike of the Year

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sepeda motor matic premium, All New Honda PCX dinobatkan sebagai Bike of the Year pada ajang penghargaan Otomotif Award 2018, beberapa hari lalu...

Subangkit Pantau 8 Pemain Baru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang berhasil menundukkan tim Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Jakarta, 4-0, dalam laga uji coba di Stadion Citarum Semarang,  Kamis...

Langsung Ditantang Bali United

RADARSEMARANG.COM - JADWAL Padat tampaknya harus dilakoni tim PSIS Semarang di masa persiapan menghadapi kompetisi kasta tertinggi yaitu Liga 1 musim 2018 ini. Setelah melakoni...

Sehari, Tujuh Warga Menjanda

KEBUMEN—Kasus perceraian di Kebumen mengalami lonjakan. Gugat cerai dari pihak istri masih mendominasi. Panitera  (PA) Kebumen, Miftahul Jannah mencatat, kasus perceraian meliputi cerai talak...