Desa Penghasil Jenang

Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

TENGARAN – Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran memiliki produk unggulan berupa jenang. Jenang hasil olahan warga desa karangduren ini sudah dipasarkan ke sejumlah Kota seperti, Salatiga, Semarang, Grobogan dan beberapa kota lainnya.

Priyo Pamujo, Kades Karangduren mengatakan, di Desa ini terdapat sedikitnya 40 usaha rumahan pembuat makanan ini. Para pengusaha ini, diakomodir dalam satu kelompok pembuat jenang dengan nama Mega Jenang.

Priyo Pamujo (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Priyo Pamujo (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Oleh kelompok ini, penjualan jenang warga desa Karagduren dilakukan pembagian wilayah. Sehingga, tidak ada persaingan antar sesama anggota untuk memperebutkan pasar atau tempat penjualan jenang mereka.”Sudah dibagi-bagi wilayahnya. Sehingga sudah memiliki pasar sendiri-sendiri selain masih melayani juga pesanan dari orang untuk punya hajatan contohnya,” jelas Priyo.

Dikatakan olehnya, pembuatan jenang di desa ini masih dikerjakan dengan cara tradisional atau belum menggunakan mesin. Selain itu, jenang di desa ini juga dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. ”Sehingga rasanya mungkin berbeda dengan yang lainnya,” jelas Priyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan Priyo, dulu di Desa ini hanya terdapat satu pembuat jenang. Seiring dengan banyaknya permintaan dan keinginan warga untuk berusaha, kini pembuat jenang di desa ini sudah semakin banyak.

Berkembangnya usaha ini, dinilainya cukup positif. Sebab, selain menumbuhkan pengusaha baru, usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja dari warga desa Karangduren. ”Awalnya bekerja, kemudian membuka usaha sendiri. Kami berharap mereka kemudian menjadi pengusaha-pengusaha baru,” kata dia.

Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah desa untuk membuat pemasaran jenang dari desa ini semakin meluas. Salah satunya adalah dengan menggandeng mahasiswa KKN untuk memberikan pelatihan dalam pengemasan.

”Di sini penjualannya masih dalam bentuk gelondongan besar gitu. Saya pikir dengan pengemasan yang menarik akan beda ya dalam pemasaran. Tapi kebanyakan masih memilih jual gelondongan itu,” kata dia.

Sementara itu, Hasyim, (49) salah satu pengusaha jenang di Desa ini mengatakan bahwa usaha yang dijalankan selama ini hanya terkendala persoalan pengawet. Dirinya dan pengusaha lainnya belum menemukan formula untuk membuat jenang dari desa Karangduren ini bisa tahan lama.”Soalnya di sini pembuatannya masih alami, tanpa pembuatan pengawet sama sekali. Sehingga umurnya dalam hitungan hari saja. Tidak bisa seperti yang ada di tempat lain,” kata dia.

Baik Priyo maupun hasyim berharap agar keberadaan jenang di Desa Karangduren ini bisa mendongkrak perekonomian warga, sehingga warga bisa sejahtera melalui usaha pembuatan jenang ini. (sga/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -