33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Desa Penghasil Jenang

Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

TENGARAN – Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran memiliki produk unggulan berupa jenang. Jenang hasil olahan warga desa karangduren ini sudah dipasarkan ke sejumlah Kota seperti, Salatiga, Semarang, Grobogan dan beberapa kota lainnya.

Priyo Pamujo, Kades Karangduren mengatakan, di Desa ini terdapat sedikitnya 40 usaha rumahan pembuat makanan ini. Para pengusaha ini, diakomodir dalam satu kelompok pembuat jenang dengan nama Mega Jenang.

Priyo Pamujo (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Priyo Pamujo (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Oleh kelompok ini, penjualan jenang warga desa Karagduren dilakukan pembagian wilayah. Sehingga, tidak ada persaingan antar sesama anggota untuk memperebutkan pasar atau tempat penjualan jenang mereka.”Sudah dibagi-bagi wilayahnya. Sehingga sudah memiliki pasar sendiri-sendiri selain masih melayani juga pesanan dari orang untuk punya hajatan contohnya,” jelas Priyo.

Dikatakan olehnya, pembuatan jenang di desa ini masih dikerjakan dengan cara tradisional atau belum menggunakan mesin. Selain itu, jenang di desa ini juga dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. ”Sehingga rasanya mungkin berbeda dengan yang lainnya,” jelas Priyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan Priyo, dulu di Desa ini hanya terdapat satu pembuat jenang. Seiring dengan banyaknya permintaan dan keinginan warga untuk berusaha, kini pembuat jenang di desa ini sudah semakin banyak.

Berkembangnya usaha ini, dinilainya cukup positif. Sebab, selain menumbuhkan pengusaha baru, usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja dari warga desa Karangduren. ”Awalnya bekerja, kemudian membuka usaha sendiri. Kami berharap mereka kemudian menjadi pengusaha-pengusaha baru,” kata dia.

Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah desa untuk membuat pemasaran jenang dari desa ini semakin meluas. Salah satunya adalah dengan menggandeng mahasiswa KKN untuk memberikan pelatihan dalam pengemasan.

”Di sini penjualannya masih dalam bentuk gelondongan besar gitu. Saya pikir dengan pengemasan yang menarik akan beda ya dalam pemasaran. Tapi kebanyakan masih memilih jual gelondongan itu,” kata dia.

Sementara itu, Hasyim, (49) salah satu pengusaha jenang di Desa ini mengatakan bahwa usaha yang dijalankan selama ini hanya terkendala persoalan pengawet. Dirinya dan pengusaha lainnya belum menemukan formula untuk membuat jenang dari desa Karangduren ini bisa tahan lama.”Soalnya di sini pembuatannya masih alami, tanpa pembuatan pengawet sama sekali. Sehingga umurnya dalam hitungan hari saja. Tidak bisa seperti yang ada di tempat lain,” kata dia.

Baik Priyo maupun hasyim berharap agar keberadaan jenang di Desa Karangduren ini bisa mendongkrak perekonomian warga, sehingga warga bisa sejahtera melalui usaha pembuatan jenang ini. (sga/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lestarikan Budaya Asli Desa

KALIWUNGU –Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu, akan pertahankan tradisi turun temurun yang ada di wilayahnya. Setiap tahun, tepatnya menjelang bulan Ramadhan, Desa Jetis selalu mengadakan...

Gairahkan Virus Cinta Membaca

MAGELANG–Najwa Shihab, mantan host acara Mata Najwa yang saat ini ditunjuk menjadi Duta Baca Indonesia, akhir pekan lalu, hadir di Kota Magelang. Tepatnya, di...

Dinyatakan Sudah Sehat, Pembunuh Istri ditahan

WONOSOBO - Setelah menjalani pemeriksaan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Suratman, tersangka pembunuh istri dinyatakan kondisinya membaik. Warga Rojoimo Wonosobo dijemput penyidik di RS...

Newco Dibentuk Bulan Ini

SEMARANG - Setelah Pemprov Jateng terus mendorong pembangunan Jateng Park, akhirnya Perum Perhutani menyatakan komitmennya. Perum Perhutani akan mengutus PT Palawi untuk membentuk New...

Potongan Mayat Tercecer di Jalan Lingkar Weleri

KENDAL—Kejadian menggemparkan warga terjadi di Jalan Lingkar Weleri. Warga menemukan tubuh yang terpotong dan tercecer sepanjang jalan hingga 50 meter. Kondisi tubuh sebagian besar...

Ingin Jadi PR Andal

RADARSEMARANG.COM - PROFESI Public Relations (PR) dinilai Lala Nikmah sebagai profesi yang kaya akan tantangan. Terlebih ketika perempuan penyuka travelling ini harus membangun brand...