33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Bos Klinik Natural Care Divonis 1 Bulan 17 Hari

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Shahid Nazir, pemilik Klinik Natural Care di Jalan Supriyadi No 65B Kota Semarang divonis pidana selama satu bulan 17 hari dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ia dinilai bersalah menjual obat-obatan tradisional yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sehingga dianggap ilegal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Yosy Budi Santoso, yang menangani perkara tersebut mengaku, perkara tersebut telah diputus akhir pekan lalu. Sidang dipimpin majelis hakim Lasito. Atas vonis itu, baik dirinya maupun terdakwa dan kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Ia mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Perkara itu sudah divonis, Shahid divonis majelis hakim selama satu bulan 17 hari. Jadi, terdakwa tetap ditahan, karena masa penahanannya belum habis,” kata Yosy kepada wartawan, Jumat (15/12).

Dikatakan Yossy, dalam kasus itu, Shahid dituntut pihaknya selama 3 bulan penjara, denda Rp 2 juta subsider sebulan kurungan. Pasalnya, Shahid dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Yakni, sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar selama membuka praktik pengobatan dengan menggunakan obat herbal.

“Terdakwa mengobati pasien penderita penyakit ambien (pelebaran pembuluh darah vena di rektum), analfistula (penyakit bisul bernanah yang berada di sekitar anus), batu ginjal dan batu empedu,”jelasnya.

Kepada pasiennya, terdakwa memberikan obat herbal hasil racikan sendiri berbentuk kapsul. Selain menjual ke pasien, Shahid juga memasarkan obat herbalnya secara online meski tidak memiliki izin edar.

Menanggapi putusan itu, Koordinator Komunitas Pemerhati Hukum (KPH) Semarang, Mardha Ferry Yanwar, meminta bagi para pemilik klinik kesehatan herbal segera mengurus izin terkait obat-obatan yang dijual. Dengan demikian, tidak ada lagi kasus hukum seperti yang dialami Shahid.

“Sebenarnya kasus seperti Shahid kalau mau ditelurusi setiap klinik, jelasnya banyak obat-obatan herbal belum berizin, tapi kami percaya kepolisian bekerja profesional,”jelasnya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Madu Mengantarkan Jadi Kepala Desa

Siapa sangka, dari madu nasib orang bisa berubah. Seperti apa yang dialami oleh Mulyono selaku Kepala Desa Cukil Kecamatan Tengaran ini. Seperti apa? EKO WAHYU...

Desember, Kenalkan Paslon

SEMARANG - Mesin partai Gerindra terus dipanaskan menjelang Pilgub Jateng 2018 dan Pilpres 2019. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto datang langsung untuk memberikan arahan...

49 Orang Berlomba Jadi Pustakawan Terbaik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 49 pustakawan se-Kota Magelang mengikuti pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Kota Magelang tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip)...

Tertantang Aksi Heli Rafting

MELAKUKAN penyelamatan terhadap nyawa manusia ketika dalam menghadapi musibah, sudah menjadi tugas dan kewajiban, bagi Siti Ratna Nur Asih. Perempuan kelahiran Cilacap 14 September...

Cerita Penyandang Tunanetra yang Belajar Mandiri di Liverpool

PENAMPILAN Moh. Hilbram dalam acara pemkot pada 2017 menarik perhatian wali kota Liverpool. Anak dengan disabilitas itu pun bisa mengunjungi kota di Inggris tersebut...

Perlunya Perubahan Paradigma tentang Mengajar

RADARSEMARANG.COM, PANDANGAN mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengapa bisa begitu? Minimal, ada tiga alasan penting....