32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Selama 2017, Terjadi 359 Kasus Curanmor

SEMARANG- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih menduduki peringkat tertinggi di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Tercatat, sepanjang 2017 mulai Januari hingga saat ini telah terjadi 359 kasus curanmor yang dilaporkan. Dibanding 2016, jumlah itu mengalami penurunan signifikan. Sebab, pada 2016, terjadi 505 kasus curanmor, sebanyak 72 kasus di antaranya berhasil diungkap pelakunya.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, menjelaskan, dari 359 kejadian curanmor yang terjadi pada 2017, yang sudah berhasil diungkap sebanyak 52 kasus. Jumlah laporan kasus curanmor terbanyak terjadi di wilayah hukum Polsek Tembalang. Sepanjang 2017, berjumlah 36 laporan masuk, dan hanya 6 terungkap. “Polsek Tembalang peringkat pertama, paling tinggi dibandingkan dengan polsek lainnya, ada 36 laporan curanmor,” katanya.

Suwarna mengakui, kasus curanmor masih mendominasi dibanding kasus kejahatan lainya, seperti kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), penganiayaan berat (anirat), perkosaan, pembunuhan, penipuan, termasuk kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). “Kasus curanmor paling banyak terjadi di daerah yang terdapat kampus (perkuliahan). Di situ banyak anak kos, termasuk daerah permukiman,” ujarnya.

Berdasarkan catatan sepanjang 2017, jumlah kasus curat sebanyak 173 laporan, menurun dibanding 2016 sebanyak 336 laporan pada 2017. Jumlah anirat pada 2016 sebanyak 138 laporan, sedangkan pada 2017 turun menjadi 62 laporan. Kasus perkosaan pada 2016 dan 2017 sama, yakni tertulis angka 0 (nol).

Sedangkan jumlah kasus narkoba sebanyak 168 kasus, penyelesaian tetap sama 168 pada 2017. Perkara pembunuhan terjadi 5 kasus pada 2016, dan menurun menjadi 4 kasus pada 2017. Kejahatan penipuan tercatat 111 laporan pada 2016, dan menurun drastis menjadi 59 laporan pada 2017. “Kalau dibanding tahun sebelumnya secara keseluruhan turun mencapai 50 persen,” imbuhnya.

Setelah Polsek Tembalang, peringkat kedua laporan kasus curanmor diduduki Polsek Semarang Selatan berjumlah 29 laporan, disusul Polsek Gayamsari sebanyak 25 laporan curanmor. Kemudian peringkat berikutnya, Polsek Genuk sebanyak 23 laporan kejadian curanmor, dan Polsek Candisari tercatat 20 kejadian.

Kapolsek Tembalang, AKP Budi Rahmadi, mengatakan, akan terus melakukan upaya untuk menekan jumlah kasus curanmor di wilayahnya. Upaya itu antara lain dengan meningkatkan patroli rutin di tempat-tempat yang rawan terjadinya aksi kejahatan di wilayah hukumnya.

“Di wilayah sini juga banyak tempat kos, kita arahkan Babinkamtibmas sosialisasi kepada para pengguna atau pemilik kos supaya lebih berhati-hati dalam memarkir motornya,” katanya.

Selain itu, Budi juga mengatakan, para pemilik sepeda motor terkadang juga masih ada yang teledor dalam memarkir kendaraannya meski berada di dalam rumah atau lingkungan tempat kos. Sehingga hal ini akan memberikan keleluasaan pelaku dalam melancarkan aksi kejahatanya. “Terkadang ada yang kuncinya (motor) masih nempel di motor,” ujarnya.(mha/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here