33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Sertijab Dirut PTPN Disambut Demo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX melakukan aksi unjuk rasa menghadang acara pelantikan direktur utama di Banaran, Kamis (14/12) pagi. Aksi ini mencuat karena mereka menolak pemimpin yang berasal dari luar perkebunan. Direktur utama yang baru adalah Iriyanto Hutagaol, sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan Bulog. Ia menggantikan dirut sebelumnya, Budi Adi Prabowo.

“Kami akan menghadang dan akan menggagalkan sertijab ini jika tidak ada kejelasan komitmen ke depan. Atau pimpinan baru bisa masuk ruang jika ada komitmen sesuai dengan tuntutan Serikat Pekerja Perkebunan,” ujar kata Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) Budiyono dalam orasinya.

Budiyono menandaskan, tuntutan yang diusung adalah pemisahan divisi antara divisi tanaman semusim (DTS) dengan Divisi Tanaman Tahunan (DTT). Menurut mereka, DTS selama ini hanya membebani keuangan karena selalu merugi. Imbasnya, kesejahteraan pekerja tidak juga meningkat. Tuntutan lain yang diajukan 16 Serikat Pekerja Perkebunan di bawah PTPN IX adalah tidak adanya lintas aset, lintas keuangan dan lintas sumber daya manusia dalam pengelolaan PTPN ke depannya.

PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) terdiri dari 2 Divisi yaitu Divisi Tanaman Tahunan dan Divisi Tanaman Semusim. Divisi Tanaman Tahunan terdiri dari 15 kebun dan Divisi Tanaman Semusim terdiri dari 8 pabrik gula. DTS ini dinilai selalu merugi dan harus dipisah dari DTT. Sehingga kinerja DTT bisa dilihat karena memang hasilnya cukup bagus.

Rombongan direksi yang dipimpin Iriyanto Hutagaol dan direksi lama terhenti di depan aula yang akan digunakan untuk acara sertijab. Para pendemo menyatakan akan mengusir direksi baru jika tidak menandatangani komitmen yang diajukan. Mereka juga menyatakan tidak takut dipecat jika dinilai melakukan kesalahan.

Iriyanto yang diberikan waktu untuk menjawab tuntutan pendemo menyatakan, dirinya salut akan soliditas para karyawan. Menurutnya itu merupakan satu aset untuk memajukan PTPN IX. “Saya tidak tahu dan hanya dipanggil untuk oleh Deputi Menteri BUMN dan mendapatkan amanah untuk menjabat di sini,” jelas Iriyanto. Ia menyatakan, kementrian pasti telah memiliki patokan untuk memilih sosok yang akan menjabat direktur utama. Semua telah melalui tes dan juga ada passing grade. Setelah ada diskusi, akhirnya Iriyanto menyetujui tuntutan para pendemo dan menandatangani komitmen yang diajukan.

Namun persetujuan itu, juga mendapatkan respons berbeda dari para SP DTS yang juga hadir dalam acara tersebut. Mereka yang sebelumnya mengenakan baju batik dan hendak menghadiri sertijab merasa tersinggung dan memilih untuk pulang. “Kami tersinggung dengan orasi mereka. Kami akan pulang,” terang salah satu orang yang enggan disebutkan namanya sembari melepas baju batik yang dikenakannya. Sebelumnya mereka hanya berkumpul di tempat parkir tidak jauh dari lokasi. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mudahkan Identifikasi Truk

SEMARANG – Sedikitnya 800 armada truk milik anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DPC Tanjung Emas akan ditempel stiker ber barcode. Penempelan tersebut bertujuan...

Operasi Pasar Hingga Akhir Januari

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng menggandeng Bulog dan Satgas Pangan dari Polda Jateng akan turun ke pasar-pasar untuk mengantisipasi terjadinya...

Kasus Narkoba di Kendal Menurun

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Selama 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Selain itu telah merehabilitasi...

Batang Gagal Layak Anak

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tidak masuk sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), Bupati Kabupaten Batang Wihaji minta maaf kepada masyarakatnya. Hal tersebut disampaikan saat menggelar peringatan...

Tantangan Sekolah dalam Pengembangan PPK

RADARSEMARANG.COM - Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah dimilikinya jiwa nasionalis pada peserta didik sebagai salah satu...

Pemkab Kewalahan Atasi Enceng Gondok

UNGARAN – Pemkab Semarang kewalahan mengatasi enceng gondok yang menutup permukaan Rawa Pening hingga ratusan hektare. Bupati Mundjirin berharap pemerharap bantuan dari pemerintah pusat...