33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Sentra Pembuatan Kerupuk Rambak

Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

PABELAN – Desa Pabelan mempunyai produk unggulan berupa kerupuk rambak. Kerupuk rambak buatan warga Pabelan ini sudah dikenal di kota-kota sekitar kabupaten Semarang. Tidak hanya itu, bahkan kerupuk rambak buatan warga Desa Pabelan sudah memenuhi permintaan daerah di luar Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Desa Pabelan, Mohamad Mustain mengatakan, produksi kerupuk ini bahkan bisa sampai kualahan saking banyaknya permintaan. ”Sebenarnya dari Jakarta dan Kota-kota lain banyak permintaan. Tapi untuk memenuhi kabupaten Semarang, Salatiga dan sekitarnya para pembuat kerupuk ini sudah kuwalahan,” jelas Mustain kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mohamad Mustain (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Mohamad Mustain (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kerupuk rambak olahan warga Pabelan ini, dijual dalam bentuk mentah oleh para pembuatnya. Biasanya oleh para pembeli kerupuk ini kemudian dijual kembali dengan mengecerkan dalam jumlah yang lebih kecil, baik dalam bentuk mentah juga atau keadaan siap makan.”Ini pendiatribusiannya juga melibatkan para tetangga. Jadi ya sedikit banyak memiliki pengaruh positif kepada perekonomian warga sekitar,” kata Mustain.

Bambang Supriadi, Ketua LKMD Pabelan menambahkan, kendala yang dihadapi para pengusaha kerupuk rumahan ini adalah ketika musim hujan seperti sekarang ini. Tidak menentunya cuaca membuat para produsen kerupuk rambakk ini kesulitan mengeringkan kerupuk mereka.

Bambang berharap agar ada bantuan berupa mesin pengering sehingga para produsen kerupuk rambak ini tidak hanya menggantungkan pada panas matahari.”Jadi musim hujan pun masih tetep bisa produksi kalau ada macam mesin pengering gitu. Kalau seperti ini agak susah. Kerupuk tetap ada, tapi biasanya sudah dipesan oleh orang,” keluhnya.

Sementara itu, Fauzan (45), salah satu pembuat kerupuk rambak di Desa ini mengatakan bahwa kerupuk yang dihasilkan olehnya kebanyakan dikirim untuk memenuhi pesanan ke Surabaya dan Bali. Selain itu banyak juga orang yang datang langsung ke rumahnya untuk mencari kerupuk rambak khas Pabelan.”Mungkin karena rasanya. Untuk makanan kan orang lebih mengutamakan rasanya,” kata Fauzan memperkirakan saat ditanya rahasia kerupuk Pabelan dicari banyak orang.

”Kemudian dari bahan. Kalau di sini pakainya tepung terigu sama tapioka, dicampur gandum. Sehingga ketika digoreng itu bisa lembut dan berwarna putih bersih,” imbuh pria yang merupakan generasi ke dua dalam menjalankan usaha ini.

Fauzan menambahkan, usaha yang sudah dijalankan selama kurang lebih 20 tahun ini hampir tidak menghadapi kendala. Dirinya berharap, ke depan usaha yang dijalankan ini, bersama beberapa pengusaha lain yang juga merupakan keluarganya, bisa semakin maju, terlebih bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan desa setempat. (sga/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...