33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Lima Proyek Dipastikan Molor

Kontraktor Pelaksana Terancam Blacklist

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANGSedikitnya lima proyek infrastruktur di Kota Semarang terancam molor alias tidak bisa selesai sesuai kontrak waktu yang ditetapkan. Proyek tersebut rata-rata memiliki kontrak waktu hingga pertengahan Desember 2017. Tetapi hingga kini belum ada progres menggembirakan, bahkan rata-rata realisasi baru mencapai 50 persen.

Kelima proyek tersebut adalah proyek pelebaran jalan dan pedestrian Jalan WR Supratman Semarang Barat, proyek Jalan Gotong Royong, pembangunan Pasar Simongan, pembangunan Taman Balai Kota, dan pembangunan Gedung Parkir Balai Kota.

“Proyek pelebaran jalan dan pedestrian di Jalan WR Supratman Semarang Barat ini saja telah melewati batas akhir waktu kontrak, yakni tanggal 12 Desember 2017, seharusnya telah diselesaikan. Namun hingga kini belum selesai,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan, Kamis (14/12).

Tampak sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas, baik pengecoran pembatas jalan maupun pembuatan pedestrian. Pembangunan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 18 meter ini baru terealisasi kurang lebih 50 persen. Tentu saja proyek ini di ujung tanduk dan terancam tak bisa diselesaikan.

“Ini sangat disesalkan. Proyek Jalan WR Supratman ini anggarannya kurang lebih Rp 11 miliar, tetapi lelang dimenangkan Rp 8,5 miliar. Pemenang lelang tidak melihat bagaimana upaya penyelesaian pekerjaaan ini dengan baik,” ujar Joko.

Dikatakannya, jika proyek tersebut tidak bisa diselesaikan hingga akhir Desember mendatang, maka proyek terancam mangkrak. “Jika tidak selesai ya terancam mangkrak, dan baru bisa dilanjutkan di anggaran perubahan 2018 atau 2019,” katanya.

Pihaknya menyayangkan, PT Dinamika Persada Sehati selaku kontraktor pelaksana tidak bisa memperhitungkan waktu kontrak yang ditetapkan. “Ini merusak anggaran Kota Semarang. Jangan sampai mengacaukan masyarakat, karena kekurangan 50 persen tidak mungkin terselesaikan. Maka akan mengakibatkan proyek ini mangkrak, fasilitas jalan umum ini tidak bisa digunakan sesuai rencana. Apabila tidak bisa selesai, maka kontraktor tersebut wajib di-blacklist,” tegasnya.

Ironisnya, selain proyek pelebaran jalan dan pedestrian Jalan WR Supratman Semarang Barat, ada dua proyek lain yang dikerjakan menggunakan bendera PT Dinamika Persada Sehati, juga terancam tidak selesai, yakni pembangunan Jalan Gotong Royong dan proyek revitalisasi Pasar Simongan.

Pembangunan Pasar Simongan yang terletak di Jalan Srinindito Selatan RT 1 RW 1, Ngemplak Simongan, Semarang Barat juga masih jauh dari target penyelesaian. “Nilai kontrak proyek Rp 5.451.699.00 dengan waktu pelaksanaan 70 hari kalender, terhitung mulai 18 Oktober hingga 26 Desember 2017 mendatang. Pembangunan ini juga terancam tidak bisa diselesaikan hingga akhir Desember,” kata Joko.

Pihaknya mendesak agar Pemkot Semarang melakukan evaluasi mengenai penetapan kontrak. Ia mempertanyakan mengapa meloloskan kontraktor yang kinerjanya tidak bagus. “Ini merusak anggaran Kota Semarang,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

HKTI Perkuat Kedaulatan Petani

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) diminta untuk terus berkarya sehingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, HKTI bisa berkolaborasi dengan berbagai...

Kuatkan Internal, Siapkan 200 Ribu Saksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjelang Pilihan Legislatif dan Pilpres 2019, sejumlah parpol mulai memperkuat basis massa. Salah satunya Partai Nasdem Jateng, menggelar Rakersus pelantikan TOT...

Pembebasan Sebidang Lahan Alot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih ada satu bidang lahan yang menghambat pengerjaan konstruksi jalan tol Semarang-Batang. Tepatnya di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/AA Nomor 36...

Lantik Pengurus Baru, Promosikan Demak

DEMAK-Dinas Pariwisata Pemkab Demak kembali memfungsikan pengurus dan keanggotaan Satuan Karya (Saka) Pramuka Pariwisata. Ini dilakukan untuk membantu mempromosikan potensi wisata di wilayah Demak....

Membumikan Ajaran Buddha

MUNGKID–Magelang menjadi tuan rumah Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Nasional X Tahun 2017, mulai 2 November hingga 5 November 2017. Sebanyak 1600 peserta dari 32...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...