24 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Imunisasi Difteri di Pelosok Desa

spot_img
spot_img

MUNGKID—Kasus difteri yang terjadi di berbagai daerah, membuat Pemkab Magelang melakukan langkah antisipatif. Salah satunya, dengan memberikan imunisasi di daerah pedesaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto mengatakan, sejauh ini di wilayahnya belum ditemukan kasus difteri. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif. “Dari hasil monitoring terhadap kasus-kasus penyakit dengan tanda dan gejala yang berhubungan dengan difteri, wilayah ini masih dikategorikan dalam kawasan aman.”

Hendarto mengaku tetap melakukan upaya pencegahan. Salah satunya, melakukan imunisasi kepada anak-anak di wilayah pedesaan. “Kami melibatkan beberapa tim dalam upaya antisipasi ini. Di antaranya, Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi dan Tim Eliminasi Campak tingkat Kabupaten Magelang,” terangnya.

Menurut Hendarto, jika tidak segera dilakukan tindakan pencegahan, dikhawatirkan penyakit difteri bisa menyebar ke Kabupaten Magelang. “Penyakit difteri ini satu saja ditemukan, bisa ditetapkan KLB. Karena itu, kita harus bersiap-siap.”

Selain itu, Dinkes juga menyiapkan alat serta obat imunisasi dan mempertahankan cakupan Universal Child Imunization (UCI) untuk anak-anak hingga ke wilayah pedesaan. Alat ADS (Auto Disable Syringe) atau alat suntik imunisasi sekali pakai, selalu disiapkan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Sedangkan vaksin untuk imunisasi difteri disimpan di cold chain atau rantai dingin demi menjaga keberlangsungan vaksin. “Program rutin imunisasi di Puskesmas hingga Posyandu dan sekolah juga kita pertahankan.” (vie/isk)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here