31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Wali Kota Tegal Jadi Saksi

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG-Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dan mantan Ketua Partai Nasdem Brebes, Amir Mirza dihadirkan sebagai saksi oleh Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap yang dilakukan Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal nonaktif, Cahyo Supardi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (13/12).

Dalam keterangannya, Siti Masitha menjelaskan hal-hal berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan di Kota Tegal. Ia juga mengakui perihal surat keputusan pengangkatan terdakwa sebagai Wakil Direktur di RS Kardinah.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Sulistyono, Siti Masitha juga mengaku memiliki kedekatan dengan Amir Mirza yang dinilai dominan di pemerintahan Kota Tegal.

“Saya takut dengan Amir Mirza, karena intimidasi,” kata Siti Masitha dihapan majelis hakim Sulistyono.

Bahkan Siti juga mengakui, Amir Mirza sekalipun bukan pejabat lebih dominan di pemerintahan Kota Tegal, termasuk dalam penempatan pegawai. Namun demikian, ia menyadari jika pengelolaan pemerintahan di Kota Tegal tersebut memang salah.

Keduanya diperiksa secara bersamaan, dalam keterangannya Amir Mirza membenarkan ikut mengatur penempatan pegawai di Pemerintah Kota Tegal. Namun demikian, ia mengaku memberikan sejumlah uang kepada Siti Masitha, termasuk uang Rp10 juta uang diwadahi dengan kotak sepatu. Hanya saja terkait uang didalam sepatu tersebut dibantah Siti, bahwa ia hanya menemukan sepatu, karena tidak ada uangnya.

Sedangkan, berkaitan dengan pencalonannya maju dalam Pilkada Kota Tegal bersama Siti Masitha, Amir juga mengaku, telah memberi uang mahar ke partai politik Hanura sebesar Rp 200 juta. (jks/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...