33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Kepala Perhutani Rugikan Negara Rp 14,5 M

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Mantan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Teguh Hadi Siswanto, didakwa merugikan negara hingga Rp 14,5 miliar dalam perkara dugaan kasus korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit I Jawa Tengah pada 2012-2013. Dakwaan tersebut dibacakan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (13/12).

PU KPK, Wawan Yunarwanto, mengatakan, tindak pidana korupsi dalam pengadaan pupuk urea tablet tersebut terjadi  saat terdakwa menjabat pada periode 2011 hingga 2014. Dalam dakwaannya, KPK menjerat terdakwa dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Wawan menilai, terdakwa telah memberi persetujuan pengadaan pupuk urea tablet terhadap PT Berdikari sebagai pemenang proyek. Dikatakannya, PT Berdikari merupakan pemenang proyek yang mengajukan perpanjangan kerja sama dalam pengadaan pupuk tersebut.

Bahkan, lanjut Wawan, dalam pengajuan perpanjangan kerja sama tersebut, kata dia, PT Berdikari mengajukan penawaran berupa “cash back” atas pengadaan tersebut dengan nilai Rp450 per Kg. Kemudian dalam proses lelangnya, terdapat negosiasi fiktif yang sudah diatur oleh panitia pengadaan barang dan jasa.

Pupuk yang didistribusikan ke 18 Kesatuan Pemangkuan Hutan tersebut ternyata tidak dicek ulang apakah sudah sesuai spesifikasi yang ditentukan atau belum.

“Penyimpangan tersebut telah memperkaya terdakwa sebesar Rp140 juta,” kata PU KPK, Wawan dalam berkas dakwaanya dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Ari Widodo.

Wawan mengatakan, dana cash back dalam pengadaan pupuk tersebut juga dibagi-bagi kepada para pejabat Perum Perhutani Jawa Tengah yang mencapai Rp1,6 miliar.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan lima tersangka. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap pengadaan pupuk yang dilakukan PT Berdikari. Kelima tersangka adalah Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Periode 2010-2011 Heru Siswanto, mantan Direktur Utama PT Berdikari Asep Sudrajat Sanusi, dan mantan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah Bambang Wuryanto.

Sedangkan, untuk pengadaan pupuk urea tablet periode 2012-2013, penyidik KPK menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Berdikari Persero Librato El Arif dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah periode 2012-2013 Teguh Hadi Siswanto. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penjualan HP Menurun

WONOSOBO - Penjualan handphone (HP) di sejumlah konter mengalami penurunan cukup drastis. Yakni, mencapai 30 persen dibanding 3 tahun lalu. Salah satu penyebabnya, konter...

Segera Pikirkan Masa Depan

SATU Tiket promosi ke Liga 1 musim depan berarti mengharuskan tim PSIS Semarang mulai memikirkan masa depan mereka untuk berlaga di kompetisi sepak bolaa...

Targetkan 1.000 Wirausaha Baru

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang, Wihaji menargetkan ada 1.000 wirausaha baru di wilayahnya. Dengan begitu, taraf hidup masyarakat akan meningkat. "Sesuai dengan visi misi saya,...

Konsisten Lakukan Konservasi di Segala Lini

RADARSEMARANG.COM - Penghargaan yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes), melengkapi konsistensi kampus yang ada di daerah Sekaran, Gunungpati, Semarang...

Tak Yakin Tol Bisa Dilewati, Siapkan Jalur Alternatif

BATANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang tak yakin, proses pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang-Batang bisa kelar dan dilewati selama musim mudik dan...

Inginkan Air PDAM Langsung Siap Minum

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meraih penghargaan Perpamsi Award 2017 dari Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) untuk kategori pembina terbaik dengan...