Wali Kota Tegal Jadi Saksi

  • Bagikan

SEMARANG-Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dan mantan Ketua Partai Nasdem Brebes, Amir Mirza dihadirkan sebagai saksi oleh Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap yang dilakukan Wakil Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal nonaktif, Cahyo Supardi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (13/12).

Dalam keterangannya, Siti Masitha menjelaskan hal-hal berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan di Kota Tegal. Ia juga mengakui perihal surat keputusan pengangkatan terdakwa sebagai Wakil Direktur di RS Kardinah.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Sulistyono, Siti Masitha juga mengaku memiliki kedekatan dengan Amir Mirza yang dinilai dominan di pemerintahan Kota Tegal.

“Saya takut dengan Amir Mirza, karena intimidasi,” kata Siti Masitha dihapan majelis hakim Sulistyono.

Bahkan Siti juga mengakui, Amir Mirza sekalipun bukan pejabat lebih dominan di pemerintahan Kota Tegal, termasuk dalam penempatan pegawai. Namun demikian, ia menyadari jika pengelolaan pemerintahan di Kota Tegal tersebut memang salah.

Keduanya diperiksa secara bersamaan, dalam keterangannya Amir Mirza membenarkan ikut mengatur penempatan pegawai di Pemerintah Kota Tegal. Namun demikian, ia mengaku memberikan sejumlah uang kepada Siti Masitha, termasuk uang Rp10 juta uang diwadahi dengan kotak sepatu. Hanya saja terkait uang didalam sepatu tersebut dibantah Siti, bahwa ia hanya menemukan sepatu, karena tidak ada uangnya.

Sedangkan, berkaitan dengan pencalonannya maju dalam Pilkada Kota Tegal bersama Siti Masitha, Amir juga mengaku, telah memberi uang mahar ke partai politik Hanura sebesar Rp 200 juta. (jks/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *