33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Pidanakan Pemain Harga Bahan Pokok

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Jateng menggelar operasi pasar. Jika ketahuan ada pihak yang sengaja memainkan harga di pasar atau melakukan penimbunan, akan dipidanakan.

Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) dimulai di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/12). Pada kegiatan itu, sejumlah komoditas bahan pokok seperti beras, gula pasir, daging beku, dan minyak goreng, disebar ke 6 karisidenan. Mulai dari Pekalongan, Banyumas, Semarang, Pati, Solo, dan Magelang. Terhitung ada 20 armada yang dilepas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan dari Kepolisian, Bulog sub Divre Jateng, dan pimpinan OPD.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Sri Puryono menjelaskan, bahan pokok yang dibawa armada itu nantinya akan didistribusikan ke sejumalh titik pasar tradisional yang ramai masyarakat.

“Semoga harga komoditas pangan tetap terkendali. Terlebih, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” harap pria yang juga menjabat sebagai Sekda Jateng ini.

Pada kesempatan itu, Sri Puryono meyakinkan bahwa stok komoditas pangan di Jateng masih memadai. Pemprov melalui Bulog Divre Jateng juga menyiapkan 130 ribu ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Februari mendatang. Selain itu juga 43 ribu ton gula pasir, dan 230 ribu liter minyak goreng.

Gubernur Ganjar menambahkan, belakangan ini, ada dua komoditas pangan yang juga memeroleh perhatian pemerintah. Yakni cabai merah yang harganya juga merangkak naik dan bawang merah yang harganya turun beberapa waktu terakhir.

“Dua komoditas sekarang yang dipantau betul-betul adalah kenaikan harga cabai merah yang lumayan tinggi dan turunnya harga bawang merah,” bebernya.

Karena itu, orang nomor satu di Jaetng ini meminta TPID segera menyusun analisis tentang alasan dibalik fluktuasi dua komoditas pangan tersebut dan segera memublikasikan kepada publik. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...