33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Penderita Difteri Usia 4 Tahun Meninggal

Dirawat di RSUP Kariadi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Satu dari tiga pasien difteri yang dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang meninggal dunia, Rabu (13/12) dini hari sekira pukul 02.00 dinihari. Pasien asal Kabupaten Kendal ini meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang isolasi instalasi gawad darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Dijelaskan oleh dokter spesialis anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Hapsari Sp A (K), bahwa pasien asal Kendal tersebut dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang, Selasa malam (12/12) kemarin. Menurutnya, saat itu kondisi pasien sudah dalam keadaan difteri parah. “Pasien laki-laki usia 4 tahun, rujukan dari RSI Kendal. Saat datang, keadaan sudah komplikasi, mengalami sesak nafas berat. Pembesaran kelenjar, ditengarai komplikasi jantung,” jelasnya di RSUP dr Kariadi Semarang, Rabu (13/12) kemarin.

Pihaknya membeberkan telah melakukan penanganan, salah satunya dengan memberikan anti difteri serum (ADS). Bahkan,  telah dalam persiapan melakukan trakeostomi untuk memasukkan tabung yang dapat membantu pasien bernapas. Pasalnya, selaput membran dari difteri yang ada di tenggorokan tersebut sudah menutup saluran pernafasan. Hingga sang balita mengalami sesak napas. Namun, karena kondisinya yang cukup parah, pasien akhirnya meninggal dunia Rabu dini hari. “Baru sedang dipersiapkan tindakan itu (trakeostomi, red), tapi pasien sudah tidak bisa diselamatkan, sehingga meninggal pukul 02.00 pagi tadi pagi,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Hapsari mengaku tidak bisa menyalahkan keluarga yang membawa anak tersebut dalam kondisi parah. Sebab, ada kemungkinan soal ketidaktahuan terkait dengan gejala difteri. “Sudah 5 atau 6 hari (menderita difteri). Gejalanya anakitu, demam tidak tinggi, nyeri telan, ngorok, kemudian dibawa ke RSI Kendal. Kemungkinan ketidaktahuan. Ini meninggalnya karena sumbatan pernafasan,” terang Hapsari.

Sementara itu, dua pasien difteri lainnya yang telah lebih dulu menjalani perawatan di rumah sakit tersebut saat ini telah dalam kondisi baik. Sampai saat ini, keduanya masih berada di ruang isolasi dan baru diperbolehkan keluar hingga dinyatakan negatif kuman difteri. “Kami tinggal melaksanakan pengobatan antibiotik yang harus sampai 10 hari. Kemudian, setiap hari kami lakukan pemeriksaan pengecatan untuk mencari kuman difteri sampai nanti negatif, 2 atau 3 kali baru bisa keluar dari ruang isolasi,” terangnya.

Hapsari mengatakan kategori difteri yang menimpa kedua pasien tersebut adalah ringan. Untuk kriteria difterinya sendiri, lanjut Hapsari, satu pasien di tonsil atau amandel. Satu lainnya berjenis kelamin laki-laki menderita di faring atau tenggorokan. “Sudah oke, kondisi sudah baik. Makan dan minum oke,” katanya.

Ia menegaskan, untuk mencegah kematian karena terlambatnya penanganan secara tepat terhadap penyakit difteri ini, Hapsari menyarankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan vaksinasi di tempat tinggal pasien.

Ia mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi atau imunisasi khususnya terkait difteri. Bengkak pasca vaksinasi yang seringkali menjadi keluhan, menurut Hapsari tidak boleh dijadikan alasan untuk mangkir. “Harus disterilkan dari difteri. Cuma yang penting vaksinasi lengkap. Bengkak itu kan 2-3 hari hilang, daripada sampai kena seperti ini bisa fatal juga,” tegasnya. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMP 2 Serahkan 8 Hewan Kurban

WONOSOBO – SMP 2 Wonosobo memiliki cara tersendiri agar agar siswa-siswinya tergerak untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha. Sebelumnya, pihak sekolah menganjurkan siswa-siswinya...

Rudi-Dance Perkuat Peran Serta Masyarakat

SALATIGA – Pasangan Calon Wali Kota–Wakil Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto–Dance Ishak Palit memastikan akan  memperkuat peran serta masyarakat jika terpilih memimpin Kota Salatiga....

Teladani Semangat Belajar Kartini

RADARSEMARANG.COM, REMBANG-Calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk terus mengobarkan semangat RA Kartini. Yakni, berjuang demi kesejahteraan perempuan yang...

Pekalongan Utara Prioritas Bebas RTLH

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Wilayah Pekalongan Utara yang kumuh akibat rob, akan menjadi prioritas Program bebas RTLH (Rumah Tak Layak Huni) tahun 2018. Dan ditargetkan...

Ricka Ulfatul Faza, Lulusan Tercepat Unnes yang Jago Seni Beladiri Pencak Silat

Ricka Ulfatul Faza tak hanya cerdas. Ia juga banyak mengukir prestasi dari seni beladiri pencak silat. Sejumlah juara lomba seni beladiri pencak silat diraihnya. Oleh...

TNI Harus Bisa Berbaur dengan Masyarakat

 SEMARANG - Mayjen TNI Tatang Sulaiman menggantikan Mayjen TNI Jaswandi sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Proses serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di Makodam, Kamis (27/4). Sebelumnya, Tatang...