Tolak Uang, Minta Bendungan

488
KUNJUNGI KORBAN BANJIR : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mendengar keluhan warga saat mendatangi wilayah banjir di Desa Jeruksari. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
KUNJUNGI KORBAN BANJIR : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mendengar keluhan warga saat mendatangi wilayah banjir di Desa Jeruksari. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Warga Desa Jeruksari, Mulyorejo dan Tegaldowo, Kecamatan Tirto, yang menjadi korban banjir dan rob, menolak bantuan uang dari donatur, termasuk Bupati Pekalongan Asip Kholbhi, Selasa (12/12) kemarin. Warga menuntut bupati membangunkan bendungan di sebelah utara. Dengan begitu air dari laut dan Sungai Bremi dan Meduri, tidak masuk ke permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, mengungkapkan bahwa dari 1.311 rumah warga di Desa Jeruksari, 1.270 diantaranya tergenang air dengan ketinggian 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut berdampak terhadap 500 warga kehilangan pendapatan. Seperti pengrajin batik, pengusaha konveksi, hingga pengusaha kerupuk.

“Banyak warga yang semula membuka usaha di rumah, karena rumahnya kebanjiran hingga 70 sentmeter, kini mereka tidak lagi bekerja. Mereka akhirnya bekerja serabutan di Kota Pekalongan,” ungkap Bambang Djatmiko.

Salah satunya Yaemah, 52, pengrajin batik yang terpaksa usahanya berhenti karena rumahnya kebanjiran. Kini dia hanya bisa membuat batik berdasar pesanan saja, itu pun tidak dalam jumlah banyak.

“Saya tidak butuh bantuan uang, tapi saya minta bupati membangunkan bendungan, agar kami tidak lagi kebanjiran,” kata Yaemah.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, yang sempat membeli beberapa potong kain batik dari pengrajin batik korban banjir, menegaskan bahwanya Pemkab Pekalongan telah menerima bantuan sebesar Rp 517 miliar, yang akan digunakan untuk membangun bendungan raksasa dengan panjang 6 kilometer. Pembangunan akan dimulai tahun 2018, dengan sistem multiyears.

“Pembangunan bendungan raksasa ini akan dibangun selama dua tahun. InsyaAllah pada tahun 2019 mendatang, tidak ada lagi korban banjir di Kabupaten Pekalongan,” tegas Bupati Asip. (thd/zal)