33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Ternyata, Dua Warga Batang Supect Difteri

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

BATANG–Ternyata, warga Batang yang dinyatakan suspect difteri ada dua orang. Keduanya merupakan warga Kecamatan Gringsing dan Banyuputih, satunya ABG laki-laki berumur 15 tahun dan anak laki-laki berumur 6 tahun. Namun kedua warga Batang tersebut memang tidak memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang. Namun pihak RSUD Batang turut melakukan pemantuan terhadap kedua warga tersebut.

“Kami mendapat laporan, ada warga kami yang didiagnosa suspect difteri. Namun karena perhitungan jarak kedua pasien dari Batang Timur, akhirnya langsung direkomendasikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang dan RS di wilayah Kendal yang jaraknya lebih dekat,” kata Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang, dr Junaidi melalui Kasi Pelayanan Medis dr Nurul Hidayati, Selasa (12/12) kemarin.

Perlu diketahui, pasien yang berobat ke RSUD Kendal akhirnya dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang, sebagaimana diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/12) kemarin. Kendati begitu, atas kasus tersebut, kata dr Yati panggilan akrab dr Nurul Hidayati, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan antisipasi. Selain langsung menggelar pelatihan khusus kepada perawat dan dokter setempat dalam penanganan penyakit difteri, juga menyediakan ruang isolasi khusus, jika nantinya ada pasein difteri.

“Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas, walaupun saat ini baru ada satu ruang isolasi. Penyakit ini, penanganannya beda, harus diisolasi. Karena penyebarannya lewat udara,” jelasnya.

Ruang isolasi yang dimaksud berada di lantai 2 di Ruang Kenanga. Ruangan tersebut dilengkapi dengan penyaring udara khusus. Lokasinya juga jauh dan terbatas dari jangkauan pengunjung, sehingga aman dari hiruk pikuk orang.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dan berbagai peralatan khusus, termasuk kepada pendamping, perawat dan dokter yang menangani. Selain itu, masih ada aturan ketat dalam pengawasan maupun tindakan kepada pasien.

“Nantinya pasien dan semua orang yang menangani, harus diperlakukan khusus. Hal tersebut berlaku juga, terhadap pasien suspect hingga sembuh dari bakteri difteri,” jelasnya.

Walaupun hingga saat ini belum ada laporan adanya warga Batang lainnya yang terkena difteri, pihaknya terus waspada dan mempersiapakan diri dengan baik. Baik personel maupaun fasilitas di rumah sakit.

Ditambahkan dokter spesialis anak RSUD Batang dr Tan Evisusanti, bahwa penyebaran kuman Difteri memang sangat cepat melalui udara. Sehingga siapapun harus hati-hati, termasuk harus adanya ruang isolasi khusus dalam perawatannya.

“Pencegahan penyakit ini dengan imunisasi saat balita. Penyakit ini sering menyerang bayi dan remaja. Namun ada beberapa kasus orang dewasa yang kena. Timbulnya penyakit ini, karena kantong-kantong imunisasi kurang, sehingga menular dan menyebar,” ucapnya.

Penyakit ini memang berbahaya, karena bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, harus dilakukan penanganan dengan baik dan dini, agar pasien bisa sembuh dan tidak menularkan ke orang lain. Termasuk, jikapun hanya pasien suspect, akan diterapi dan diperlakukan seperti penderita difteri agar tidak menyebar atau malah menjadi penyakit. “Kalau dibiarkan, ke depan bisa menjadi bibit dan menyebar kepada orang lain,” tandasnya.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Vivi Vira saat dimintai konformasi, mengakui sejauh ini baru menerima satu pasien yang diduga mengidap penyakit difteri. Pasien tersebut dari Batang. “Jumlah pasien baru satu, rujukan dari Batang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/12) kemarin.

Diakuinya, karena penyakit difteri merupakan penyakit menular, pihaknya telah berupaya melakukan isolasi guna pencegahan penyebaran. “Ini penyakit menular. Pasien sudah diisolasi yang full,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan supaya tidak terserang penyakit menular tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga kesehatan. “Harus berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan. Terlebih menjaga etika batuk,” imbuhnya. (han/mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...