Pemancangan, Baca Al Fatihah dan Siram Sake

244
DIMULAI : Prosesi pemancangan PLTU ditandai dengan pembacaan alfatihah dan penyiraman sake. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIMULAI : Prosesi pemancangan PLTU ditandai dengan pembacaan alfatihah dan penyiraman sake. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG– Setelah sekian lama tertunda, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 MW, di Kabupaten Batang, memasuki babak baru. Selasa (12/12) kemarin, prosesi pemasangan struktur baja pada bangunan boiler.

Ada hal unik dalam pemancangan kemarin, gunakan dua adat Islam dengan bacaan Al Fatihah serta budaya Jepang dengan disiram Sake, garam dan beras. Harapannya, bangunan dijahui roh jahat, dan sukses dalam pembangunannya.

Dalam pemancangan kemarin, disaksikan oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono dan didampingi Wihaji, Bupati Batang. Pembacaan doa secara Islam dipimpin langsung oleh ketua MUI Batang KH Abdul Faqih.

Dilanjutkan dengan ritual Jepang dengan membungkuk memberi hormat serta bertepuk tangan beberapa kali. Kemudiaan 4 orang kepala proyek, menyiramkan garam, beras dan Sake di beberapa titik pangkal tiang pancang Boiler. Dilanjutkan dengan pengencangan secara simbolis baut, oleh Bupati Batang dan Sekda Jateng.

“Kegiatan ini menandakan dimulainya pekerjaan konstruksi struktur baja pada boiler sekaligus doa dan ungkapan syukur agar konstruksi terus berjalan lancar,” kata Presiden Direktur BPI Takashi Irie.

Pemasangan struktur baja pada boiler ini juga menunjukkan kemajuan proyek PLTU berkapasitas 2 x 1.000 MW ini dengan signifikan hingga akhir 2017 yang telah mencapai 30 persen. Dan mulai tahun depan aktivitas konstruksi akan semakin pesat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here