Makin Kompetitif Beradu Pebulutangkis Luar Daerah

Djarum Foundation Kejurkot Bulu Tangkis Tidar Cup Xviii

309
PENYISIHAN DINI-Pertandingan hari pertama kejuaraan Selasa kemarin diawali dengan memainkan babak penyisihan awal kelompok usia tunggal pradini dan dini. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
PENYISIHAN DINI-Pertandingan hari pertama kejuaraan Selasa kemarin diawali dengan memainkan babak penyisihan awal kelompok usia tunggal pradini dan dini. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Kehadiran pebulutangkis luar daerah yang turut tampil dalam Djarum Foundation Kejurkot Bulu Tangkis Tidar Cup XVIII di GOR Djarum Magelang membuat kejuaraan ini makin kompetitif seperti kejurkot seri sebelumnya. Meski bersifat undangan, kehadiran mereka mampu membuat pertandingan berjalan semarak sejak babak penyisihan mulai digelar Selasa (12/12) di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Magelang, Jawa Tengah.

Dari data pertandingan, beberapa pemain tamu tersebut diantaranya dari Kota Jogja, Sleman, Kabupaten Magelang, Purworejo, danTemanggung. Adapun klub – klub yang menyertakan atletnya, antara lain Mataram Raya Kota Jogja, Jaya Raya Satria Kota Jogja, Bintang Utara Sleman, Pancing Sembada Sleman, dan Abimanyu Purworejo. Lalu Tunas Pamor Temanggung, Karang Ayem Temanggung, dan Daya Manunggal Kabupaten Magelang.

Ketua Pengkot PBSI Kota Magelang Al Kukuh Santoso saat ditemui di sela-sela pertandingan, Selasa (12/12), mengatakan, kejuaraan tahun ini memang berbeda karena diikuti klub luar Kota Magelang. Keikutsertaan atlet dari luar dikarenakan atlet asal Kota Magelang yang turun bertanding terbilang sedikit, sehingga harus menambah jumlah atlet.

“Kalau atletnya sedikit, kejuaraan tidak bisa digelar. Pengprov PBSI Jawa Tengah membolehkan kami mengundang atlet dari klub daerah tetangga untuk memenuhi kuota pemain. Ternyata undangan kami disambut antusias dan banyak yang ikut. Ini cukup memberikan warna dalam Kejurkot tahun ini,” paparnya.

Keikutsertaan atlet dari klub luar daerah itu, lanjut Kukuh, tidak untuk menghalangi prestasi atlet tuan rumah. Kejuaraan akan semakin kompetitif dan kesempatan atlet asal Kota Magelang meningkatkan kemampuan dan menambah pengalamannya semakin terbuka.

“Saya kira bagus untuk pengalaman anak-anak dan bekal baik untuk masa depannya. Meski banyak dari luar daerah, kami optimistis atlet Kota Magelang mampu mendominasi kejuaraan,” beber Kepala SMP 11 Magelang ini.

Sementara itu, pada pertandingan hari pertama kemarin, atlet asal Kota Magelang yang diunggulkan di Tunggal Usia Dini Putra, Rio Putra, mampu memenangi pertandingan pertamanya. Rio yang menempati unggulan pertama menang mudah atas lawannya dari klub Pancing Sembada Sleman, Febian Risky.

Rio yang bernaung di klub PB Surya Tidar Magelang menang dua set langsung dengan skor 21-14 dan 21-11. Sebelum menghadapi Rio, Febian bertanding melawan Nemesio Mario (PB Jaya Raya Satria) dan menang dengan skor 21-7 dan 21-12.

Rio sudah ditunggu oleh M Zyad, rekan setim Febian di babak tiga yang akan dihelat, Rabu (13/12). Sebelumnya, Zyad mampu mengatasi perlawanan Zidni Naafi (PB Karang Ayem Temanggung) dua set langsung dengan skor 21-3 dan 21-3.

Tak kalah menarik, pertandingan seru dan menegangkan terjadi di partai Tunggal Usia Anak Putra yang mempertemukan Shaka Akmal (Jaya Raya Satria Jogja) dan Faros Alfian (Pancing Sembada Sleman). Shaka mampu menang dua set langsung dengan skor 21-9 dan 24-22, meski harus jatuh bangun mengalahkan Faros. (cr3/fiq/adv/ton)