33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Kaesang Ajak Majukan Start Up

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG-Sukses mengorbitkan tiga usahanya, Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali memperkenalkan start up bidang kuliner. Adalah madhang.id, start up kuliner yang dikawinkan dengan teknologi, bisa mempertemukan cita rasa khas masakan rumahan bagi para pengguna aplikasi tersebut.

Kaesang yang didaulat memberikan kuliah umum bertema Open Your Mind Creative Your Open Your Mind Creative Your Success tersebut, putra ketiga orang nomor satu di Indonesia ini, membagikan lika-likunya menekuni berbagai bidang usaha di hadapan 400 mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (12/12) kemarin.
Sebelumnya, Kaesang telah memperkenalkan beberapa start up yang dijalankannya, antara lain clothing line Sang Javas, Sang Pisang dan board game Hompimpa dan terakhir madhang.id. “Tidak semua usaha yang saya tekuni berhasil. Saya pernah punya clothing line tahun 2014 lalu dan bangkrut,” ujarnya bercanda disambut tawa peserta.

Madhang.id merupakan kolaborasi Kaesang dengan tim dari Udinus Semarang. Aplikasi ini menyerap ibu rumah tangga sebagai segmen pasar yang bisa menjual masakan khas rumahan Indonesia. “Sebelum aplikasi ini dicetuskan, tim madhang.id sudah melakukan riset terlebih dulu. Sebanyak 90 persen orang menjawab masakan paling enak adalah masakan rumahan buatan ibu mereka,” jelasnya.

Segmen dari aplikasi madhang.id adalah ibu rumah tangga, baik yang memiliki warung maupun tidak. Kaesang menjelaskan, syarat untuk bisa menggunakan aplikasi ini adalah harus memiliki dapur sendiri, ponsel pintar dan bersedia menyiapkan tempat untuk pembeli, karena ada opsi makan di tempat.

Sedangkan segmen pengguna aplikasi sangat luas meliputi pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran maupun turis. Pengguna juga dapat berkomunikasi langsung melalui aplikasi dengan tenant. “Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini bisa memiliki value di negaranya sendiri dengan berkembangnya start up semacam ini,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom mengatakan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak untuk perubahan supaya bisa menyiasati agar tidak terlindas. Selain Kaesang, kuliah umum tersebut juga mengundang Operational Manager Enterprise, Government and Business Services PT Telkom Indonesia, Leonardho Budhi. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Polisi ‘Serbu’ Tempat Ibadah

MAGELANG – Sekitar 300 personel Polres Magelang Kota, Jumat (9/6) pagi, 'menyerbu' tempat-tempat ibadah di wilayah Kota Magelang. Serbuan tersebut bukan dalam rangka pengamanan...

Talud Pasar Kembang

SEJUMLAH pekerja tengah membangun talud di sungai belakang Pasar Kembang Kalisari, Semarang. Pembangunan talud ini untuk mendukung Kampung Pelangi tak jauh dari lokasi tersebut.

Abu Tipis Selimuti Desa Krinjing

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Gunung Merapi kembali mengeluarkan letusan freaktif, Senin (21/5) sekitar pukul 01.25 WIB. Tapi kepulan asap kali ini tak setinggi pada Jumat...

Kaji Raperda Libatkan 35 Daerah

SEMARANG – DPRD Jateng memastikan uji publik setiap draf rancangan peraturan daerah (raperda) melibatkan seluruh daerah di Jateng. Sebab, Jateng memiliki 35 daerah dengan...

Sepakat Perda RTRW Direvisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kalangan legislatif sepakat untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Jateng Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jateng...

200 Keluarga Terentas dari Bantuan

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bupati Batang  Wihaji meluluskan 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Acar tersebut digelar cukup unik dan meriah dengan menggelar...