32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Dewan Minta PKL Tempati Lahan Relokasi

Pansus Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL DPRD Kota Semarang

SEMARANG- Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Semarang perlu ditata, agar tidak mengganggu pemandangan maupun pengguna jalan lain. Tak bisa dipungkiri keberadaan PKL selama ini masih semrawut, menempati lahan yang tidak semestinya, seperti di atas trotoar maupun bahu jalan protokol, yang notabene merupakan kawasan larangan PKL. Untuk mengoptimalkan penataan PKL, DPRD Kota Semarang segera menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang PKL.

Ketua Pansus Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL DPRD Kota Semarang, Joko Susilo mengatakan, kondisi PKL saat ini sangat memprihatinkan, karena sudah ditata oleh pemerintah sedemikian rupa, namun PKL belum bisa menerima dan bertahan di kawasan larangan.

“Pemerintah kota sudah menyediakan tempat relokasi yang layak, namun PKL sepertinya kurang menerima dengan lapang dada. Memang mau pindah, tapi satu dua bulan lagi kembali ke jalan. Hal tersebut justru akan menimbulkan masalah baru,” terang Politisi dari PDI Perjuangan itu.

Berbagai upaya dilakukan legislatif untuk menyempurnakan Raperda PKL. Salah satunya dengan tinjauan langsung di lapangan. Seperti Senin (11/12) kemarin, Pansus Raperda PKL melakukan tinjauan ke Pasar Suryokusumo. Tinjauan diikuti Dinas Perdangan, dan pemangku wilayah, camat dan lurah.

Tinjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Pasar Suryokusumo difungsikan. Termasuk mendengar keluhan dari pedagang yang enggan menempati tempat relokasi. Sebab, selama ini masih ada pedagang yang enggan menempati shelter Pasar Suryokusumo dan justru memilih kembali berjualan di Jalan Tlogosari Raya.

“Kita sidak lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya itu seperti apa. Ternyata pedagang belum menempati. Banyak pedagang yang masih berjualan di tepi jalan raya,” kata Joko.

Dalam kunjungannya, Joko Susilo menerima sejumlah keluhan dari para pedagang. Utamanya terkait ketegasan Dinas Perdagangan dalam melakukan penataan PKL. Pedagang menganggap sistem relokasi tebang pilih. Sebab, masih ada PKL yang dibiarkan berjualan di Jalan Tlogosari Raya. Sehingga pembeli enggan masuk ke shelter dan tentu saja memilih berjalan di pinggir jalan yang dekat.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here