33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Perpustakaan Sumber Informasi Warga

Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BRINGIN – Desa Tlompakan sangat perduli dengan kualitas Sumber Daya Manusianya. Peningkatan kualitas SDM selalu dilakukan, salah satunya melalui perpustakaan Desa yang kini tengah dijalankan.

Di perpustakaan Desa yang bernama Cemerlang ini warga Desa diberdayakan melalui akses informasi. Selain dari buku, warga juga difasilitasi mengakses informasi lewat internet yang ada di perpustakaan ini. Hasilnya, sejumlah inovasi dapat diciptakan masyarakat dari hasil pengembangan informasi yang didapatkannya melalui internet.

Joko Swantono (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Joko Swantono (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Berbagai kerajinan sudah diciptakan oleh warga sini. Awalnya melihat dari internet kemudian mencoba menciptakan kreasi sendiri dengan sentuhan inovasi. Seperti kreasi jahitan, tata boga dan lain sebagainya,” ujar Joko Swantono, Sekretaris Desa Tlompakan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak hanya mendorong warga untuk aktif datang ke perpustakaan desa, pegelola perputakaan desa juga berinisiatif untuk menjemput bola. Buku-buku disediakan dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak warga. Seperti perkumpulan PKK, kumpulan RT, RW maupu Desa.

Tidak hanya kepada orang dewasa, desa ini juga mulai menyiapkan generasi penerus sejak dini. Keberadaan perpustakaan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas anak-anak di Desa Tlompakan. Di perpustakaan Desa ini, selain dibiasakan untuk membaca, anak-anak juga diingatkan dengan permainan tradisional. Tujuannya, supaya anak-anak tetap megikuti kemajuan teknologi tanpa melupakan permainan tradisional.

”Kita ingin anak-anak bisa mulai gemar membaca. Sebab, pengetahuan itu didapat bermula dari kegiatan membaca. Kemudian bisa melek teknologi, tapi juga kenal permainan tradisional,” ujar Joko.

Untuk lebih memudahkan anak-anak yang jauh dari perpustakaan, nantinya akan dibentuk semacam pojok baca di setiap RW yang ada di Desa Tlompakan. Dengan minat baca yang tinggi diharapkan, kualitas anak-anak Desa Tlompakan juga bisa menjadi semakin lebih baik lagi.

”Di perpustakaan ini juga ada bimbel dan sanggar anak. Sanggar ini, fungsinya adalah untuk menggali kreativitas anak-anak. Kita gali potensi anak melalui sanggar ini,” jelas Tri Suhartiningsih, perangkat Desa yang juga merupakan pengelola Perpusdes Cemerlang.

Perhatian kepada anak-anak, kata Tri, tidak hanya berwujud di perpustakaan saja. Lebih dari itu, desa Tlompakan juga menerapkan jam wajib belajar bagi anak-anak di Desa. Setiap jam 18.00-21.00, anak-anak dilarang untuk menonton tayangan televisi. Pada waktu ini, anak-anak diwajibkan untuk belajar di rumah.

Setiap pukul 18.00 dikatakan olehnya, terdapat sirine yang mengingatkan anak-anak untuk mematikan televisi untuk kemudian belajar setelah melaksanakan ibadah. Kontrolnya, sejumlah perangkat desa, terutama ibu-ibu, akan keliling untuk memantau anak-anak di Desa. (sga/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak Impor Batik dari Tiongkok Dihentikan

SEMARANG – Pemprov Jateng diminta mengoptimalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi batik. Sebab di Jateng saat ini batik semakin berkembang dan bahkan hampir...

Sistem Hunting, 27 Ribu Ditilang

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sat Lantas Polres Pekalongan di sepanjang tahun 2017, memberikan tindakan pelanggaran atau tilang sebanyak 27.236 pengendara. Jumlah tersebut meningkat drastis, jika...

Lingkungan Dieksploitasi, Warga Protes

BATANG - Ratusan warga dari Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Batang, Jumat (17/3) pagi menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Batang. Mereka melakukan protes terkait terlalu dieksploitasinya...

Punya 700 Pelanggan, Ada Layanan Ojek Menemani

Taji Arifma, mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses mengeluti bisnis jasa ojek online bernama Ko-Jek atau Ekonomis Ojek. Jasa ojek online ini beroperasi di...

SMM Apresiasi Perempuan Indonesia

SALATIGA – Puluhan konsumen Mitsubishi mengikuti acara peringatan Hari Kartini yang digelar Sun Star Motor (SSM) di showroom dealernya,belum lama ini. Kegiatan yang bertema...

Produsen Keramik Lokal Mulai Bergeser ke Granit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Produsen keramik lokal mulai melakukan diversifikasi produk ke lantai granit. Hal ini sebagai antisipasi dari stagnansi pertumbuhan pasar keramik. Director Sales &...