33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Nobatkan Semarang Kota Cerdas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Kota Semarang dinobatkan sebagai salah satu Kota Cerdas di Indonesia tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan setelah pemerintah pusat melakukan survei rating kota cerdas terhadap 93 kota di Indonesia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dianggap mampu mengelola kota untuk menyelesaikan berbagai tantangan dengan solusi inovatif, terintegrasi, serta berkelanjutan. Selain itu, dinilai telah mampu menyediakan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Sebagai apresiasi atas pencapaian yang telah dilakukan oleh Kota Semarang tersebut, Senin (11/12) kemarin, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menyerahkan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja pemerintah daerah yang Smart. “Sistem itu hanya tools. Hasil yang akan dinikmati adalah output-nya apa,” tegas Wapres Jusuf Kalla.

Senada, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi ini juga mengatakan bahwa sistem pintar yang diinisiasi oleh Pemkot Semarang juga tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan masyarakat. “Pola kerjanya, bukan kita bisa buat apa, tapi masyarakat butuhnya apa, harus bottom up, dan pola seperti itu yang kami gunakan dalam membuat 204 sistem serta aplikasi untuk Kota Semarang sampai hari ini,” tutur Hendi.

Dirinya mencontohkan salah satunya adalah aplikasi ponsel pintar Area Traffic Control System (ATCS) milik Kota Semarang yang dapat di-download di google playstore dengan nama ‘ATCS Lalin Semarang’.

“Apakah kami yang pertama menerapkan sistem tersebut? Mungkin tidak. Tapi apakah Semarang jadi yang pertama membuka sistem tersebut untuk masyarakat? Bisa dicek, kami luncurkan aplikasi itu sejak tahun 2016,” jelas Hendi.

“Dan animo masyarakat cukup besar terhadap aplikasi tersebut, karena masyarakat memang butuh itu untuk memantau lalu lintas yang akan dilewatinya, sebagai solusi permasalahan yang dihadapi sehari-hari,” imbuhnya.

Dalam data yang terdapat pada Google Play Store, aplikasi ATCS Lalin Semarang saat ini menduduki peringkat ketiga paling banyak digunakan dengan 50 ribu pengguna. Jumlah tersebut lebih banyak dari aplikasi ATCS Denpasar dan Jakarta CCTV yang masing-masing hanya digunakan oleh 5 ribu pengguna. Sedangkan ATCS Lalin Semarang hanya kalah jumlah pengguna dengan NTMC POLRI dan Jasamarga Live yang masing-masing telah mencapai 100 ribu pengguna. (*/zal/bis/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polda Jateng Periksa 2 Saksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng tengah mendalami dua orang yang diduga terlibat kasus penyebaran video yang mendiskreditkan PDI Perjuangan. Menjelang...

Mudik 2018, Siagakan 8 Unit Ambulans Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Mudik 2018 ini akan dilengkapi delapan unit ambulans motor yang disiagakan di beberapa pos pengamanan. Ambulans motor tersebut atas kerjasama antara bidang Kedokteran...

Sekolah Perlu Wujudkan Pendidikan Keluarga

KEBERHASILAN sebuah pendidikan bukan hanya terletak pada kualitas guru, kualitas peserta didik, kelengkapan sarana penunjang, tetapi juga dukungan dari orang tua siswa. Untuk itu,...

Bukan Pembiusan, Tapi Pertengkaran karena Cinta Segi Tiga

JawaPos.com - Selama tiga hari terakhir, pengguna media sosial (medsos) dihebohkan video pertengkaran dua perempuan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara (Jakut). Satu di...

720 Dhuafa Terima Bingkisan Lebaran

SALATIGA – Sebanyak 720 warga dhuafa di Kota Salatiga memperoleh bingkisan Lebaran dari Pemkot Salatiga. Bingkisan diserahkan kepada warga dhuafa yang berasal dari Kecamatan...

Banyak Pria Juga Berburu Perhiasan

SEMARANG -  Tren perhiasan ternyata tidak hanya menyasar kalangan wanita saja. Dewasa ini pria pun mulai menggandrungi perhiasan dengan bahan batu mulia sebagai simbol...