32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

SPAM Semarang Barat Siap Dibangun

SEMARANG –Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal, siap membangun jaringan sistem penyedia air minum (SPAM) di wilayah Semarang Barat yang mencakup Kecematan Tugu, Ngaliyan dan Kecamatan Semarang Barat.

Plt Direktur PDAM Tirta Moedal, M. Farhan mengatakan, jaringan SPAM Semarang Barat, nantinya akan memanfaatkan air baku dari Waduk Jatibarang. Program tersebut rencananya akan mulai dikerjakan pada tahun 2019 mendatang dan akan selesai pada tahun 2021 dengan nilai investasi sebeesar Rp 1,21 triliun.

“Proyek ini kami menggandeng PT Sarana Mukti Infastruktur (SMI) yang merupakan badan usaha miliki negara, sistemnya proyeknya dengan skema kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU), dengan penanggung jawab proyek PDAM Kota Semarang, sekaligus pengelolanya,” katanya usai Konsultasi Publik Tatap Muka Proyek KPBU SPAM Semarang Barat di Hotel Kesambi, Senin (11/12) kemarin.

Ia menerankan, dengan sumber air baku dari waduk Jatibarang, kapasitas pasokan air bisa mencapai 1.000 liter per detiknya, sehingga bisa meningkatkan rasio dan kualitas pelayanan dari PDAM Kota Semarang yang selama ini masih banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat.

“Sebelum ada proyek ini, coverage (cakupan) kami mencapai 62 persen untuk wilayah Semarang, targetnya jika proyek ini telah berjalan coverage akan mengalami kenaikan sebesar 80 persen,” tambahnya.

Farhan menjelaskan, dibangunnya SPAM Semarang Barat tersebut dipastikan akan mengurangi penggunaan air tanah. Selain itu saluran air yang sebelumnya ada di wilayah Semarang Barat, nantinya akan dipindahkan untuk mengalirkan ke wilayah perkotaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat serta perhotelan.

“Untuk SPAM Semarang Barat selain bisa mencukupi kebutuhan 60 ribu kepala keluarga, juga memenuhi kebutuhan perumahan dan industri. Sementara jalur yang sudah ada akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan perhotelan yang masih menggunakan air tanah,” jelasnya.

Dengan memaksimalkan air baku di Jatibarang dan meminimalisir pengambilan air tanah, Pemkot Semarang mendesak untuk melakukan moratorium pengambilan air tanah atau pembangunan sumur artetis. Pasalnya saat ini penurunan tanah di Semarang mencapai 8 sampai 10 sentimeter per tahun.

“Selama ini perijanan sumur artetis di pihak Pemprov, nantinya kami akan melakukan kerjasama agar ada aturan atau pembatasan pembangunan sungai artetis,” bebernya.

Sementara itu, perwakilan dari PT SMI, Fiki Pranajaya menuturkan jika SPAM Semarang Barat sedikitnya dapat memenuhi kenutuhan air untuk 31 kelurahan di Ngaliyan,Tugu dan Semarang Barat. “Harapannya tentu kualitas airnya baik sesuai dengan perturan Menkes RI,” jelasnya. (den/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here