MEMBANGGAKAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menerima penghargaan IRSA dari Menteri Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Kamis (7/12) lalu. (Ist)
MEMBANGGAKAN : Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menerima penghargaan IRSA dari Menteri Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Kamis (7/12) lalu. (Ist)

SEMARANG–  Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Semarang kembali memperoleh apresiasi dari pemerintah Pusat, yakni Indonesia Road Safety Award (IRSA). Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri Bappenas dan diterima Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/12) lalu.

Keberhasilan Kota Semarang dalam memperoleh penghargaan keselamatan di jalan tersebut  tidak lepas dari upaya Pemkot Semarang yang mulai menerapkan sistem satu arah pada 13 ruas jalan yang dimaksudkan untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan lalu lintas serta mengurangi angka kemacetan.

Selain itu, Kota Semarang juga memiliki jaringan angkutan umum massal berupa Bus Rapid Transit (BRT) sebanyak 116 unit yang dilengkapi dengan 8 koridor dan 295 shelter untuk melayani masyarakat. Bus Trans Semarang itu telah mengangkut sebanyak 7.725.490 penumpang di tahun 2016 yang mana 24,3 persen di antaranya adalah pelajar.

Nilai plus Pemkot Semarang di bidang transportasi lainnya adalah telah melakukan inovasi dengan melakukan uji kendaraan yang overloading di jalan nasional untuk menekan potensi kerusakan jalan dengan menggunakan alat uji KIR portable. Dengan itu angka kecelakaan lalu lintas pada semester I di tahun 2016 turun sebanyak 5 persen dibandingan angka kecelakaan di periode yang sama tahun 2017.

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dalam kemitraan strategis antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan keselamatan jalan.

‘’Keselamatan jalan merupakan salah satu program utama nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dengan target menurunkan kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen, ‘’ ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan bukti bahwa Kota Semarang semakin lebih baik dalam hal transportasi.

”Namun jangan lantas berpuas diri karena masih ada beberapa PR di antaranya masih adanya titik kemacetan yang masih terus kita evaluasi. Karena itu, penghargaan ini dapat kita jadikan motivasi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada satu per satu,‘’ pungkasnya. (amu/zal)