LULUS MEMUASKAN : H Musthofa, Bupati Kudus bersalaman dengan promotornya, Prof Sugeng Wahjudi setelah dinyatakan lulus ujian doktoralnya, di Kampus Pascasarjana Undip, Sabtu (9/12) kemarin. (ISTIMEWA)
LULUS MEMUASKAN : H Musthofa, Bupati Kudus bersalaman dengan promotornya, Prof Sugeng Wahjudi setelah dinyatakan lulus ujian doktoralnya, di Kampus Pascasarjana Undip, Sabtu (9/12) kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG-Rasa syukur dan haru terlihat di wajah H Musthofa, Bupati Kudus. Terutama, saat Yuwanto Ph.D selaku sekretaris Sidang Ujian Promosi Doktor Ilmu Sosial Undip membacakan hasil ujian yang menyatakan Lulus untuk Dr H Musthofa SE MM, di Kampus Pascasarjana Undip, Sabtu (9/12) kemarin.

Dekan FISIP Undip, Dr Sunarto selaku ketua sidang ujian, didampingi penguji eksternal dan promotor serta co-promotor. Sedangkan penguji eksternal adalah Prof Agus Suroso dari Unsoed Purwokerto dan Prof Asri Laksmi Riani dari UNS Solo. Sebagai promotor, Prof Sugeng Wahjudi. Sedangkan co promotor Dr Naili Farida dan Dr Ngatno.

Musthofa sebagai promovendus mengambil judul disertasi Membangun Fleksibilitas Relasional Akulturatif dalam Orientasi Kewirausahaan dalam Upaya Peningkatan Kinerja Bisnis, Studi Empiris Pada UKM Bordir di Kudus
Dalam paparannya promovendus menyampaikan, untuk menuju sebuah kesejahteraan, butuh adanya terobosan baru. Kebaruan tentang fleksibilitas relasional akukturatif (FRA) oleh Musthofa di tahun 2017 ini, mampu mengangkat para pelaku UKM bordir.

“Dengan FRA, pelaku usaha bordir harus luwes, mampu membangun hubungan/relasi jangka panjang, serta bisa menghargai budaya lain tanpa meninggalkan budaya lokal,” jelas Musthofa yang memperoleh predikat sangat memuaskan ini.

Secara praktis, temuan itu telah dipraktikkan oleh Musthofa sebagai Bupati Kudus dua periode ini dengan mengaplikasikan kebaruannya. Di antaranya menggandeng desainer Ivan Gunawan untuk mengangkat bordir Kudus. Kini bordir Kudus telah dikolaborasikan dengan desain modern, bahkan budaya asing. “Jadi, FRA ini kebaruan yang aplikatif. Bukan hanya teori dalam buku yang tertata rapi di rak perpustakaan,” imbuhnya yang memperoleh IPK 3,51 ini.

Lebih lanjut, Musthofa berharap bukan hanya bordir yang mengaplikasikan kebaruan ini. Tetapi semua bidang usaha lain tentunya bisa menerapkan ini untuk peningkatan pendapatan bagi kesejahteraan.

“Saya berterima kasih pada tim penguji dan promotor/co-promotor atas arahan dan bimbingannya. Semoga capaian ini bisa menginspirasi seluruh pejabat di Kudus untuk semangat belajar,” pesan Musthofa didampingi istri dan anaknya.