Beranda Berita Empat Rumah Tertimpa Longsor

Empat Rumah Tertimpa Longsor

Others

SEMARANG–Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kota Semarang, Minggu siang hingga malam (10/12) kemarin, mengakibatkan sejumlah titik mengalami longsor. Meski masih kategori longsor ringan dan tidak mengakibatkan korban jiwa, namun sebanyak empat rumah di lokasi Rowosari, Kembangarum, Candisari, Purwoyoso, mengalami kerusakan akibat tertimpa tanah longsor.

Adalah rumah ibu Atmojo di RT 11 RW 9 Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat. Selanjutnya rumah milik Rohani, 70, di RT 2 RW 6 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang. Sedangkan di wilayah RT 9 RW Kelurahan Candi Kecamatan Candisari, talud sepanjang kurang lebih 12 meter dan tinggi 6 meter longsor menimpa atap rumah milik Sugiyo. Selain itu longsor menimpa rumah warga juga terjadi di daerah Purwoyoso Ngaliyan Semarang.

“Cuaca memang masih ekstrim. Angin kencang. Ada empat titik longsor menimpa rumah warga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/12) kemarin.

Kejadian tanah longsor hingga menimpa sejumlah rumah warga tersebut terjadi hampir dalam waktu bersamaan. Yakni terjadi kurang lebih pukul 13.00 hingga pukul 13.30. “Kami sudah mengecek di lokasi kejadian dan memberikan bantuan. Apabila besok diperlukan kerja bakti, akan dilakukan kerja bakti bersama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Pihaknya mengaku langsung melakukan penanganan dan melakukan evekuasi maupun penanganan darurat. Pihaknya sudah mengirim terpal untuk berteduh. Terpal tersebut dipasang sebagai antisipasi agar tidak terjadi longsor susulan. “Rata-rata kerusakan rumah hanya sebagian. Artinya tidak seluruh rumah rusak, tapi hanya bagian dapurnya. Kami membeli bantuan logistik, tikar maupun selimut,” katanya.

Dijelaskannya, tanah longsor kali ini karena kondisi infrastruktur atau kontur tanah yang bertebing. Misalnya talud longsor menimpa rumah warga di bagian dapur. “Bukan tanah longsor akibat tanah bergerak hingga mengakibatkan sejumlah rumah terkena dampak. Ini kategorinya ringan, bukan bencana besar. Satu rumah, belakangannya terkena longsoran talud. Jadi, ini musibah saja,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar warga berhati-hati. Selain itu, harus tanggap lingkungan, misalnya ada talud, selokan, yang retak-retak segera dilaporkan ke BPBD. “Sehingga kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan dinas terkait misalnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan penanganan,” katanya.

Mengenai banjir rob di daerah Kaligawe Genuk, hampir setiap hari muncul. Untuk penanganan banjir rob di daerah Genuk hanya memberikan bantuan logistik bekerjasama dengan pihak keluarahan maupun kecamatan. “Rob itu karena debit air laut naik. Jadi sulit diprediksi karena bisa terjadi setiap hari,” katanya.

Prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata Agus, hingga Januari mendatang masih akan terjadi cuaca ekstrim. “Pasang surut air laut tinggi, intensitas hujan tinggi, termasuk angin kencang. Kami juga mengimbau masyarakat nelayan agar tidak melaut, karena gelombang air laut yang pasang masih tinggi,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News