106 Warga Batang Mengidap HIV

569
CEGAH VIRUS HIV : Ratusan warga Batang, mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka peringatan hari AIDS sedunia, Minggu (10/12). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEGAH VIRUS HIV : Ratusan warga Batang, mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka peringatan hari AIDS sedunia, Minggu (10/12). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus HIV Aids. Berdasar data dari Dinkes, satu dekade terakhir (2007-2017), jumlah pengidap HIV di Kabupaten Batang mencapai 937 kasus. Berbagai cara sosialisasi dilakukan, mulai menggelar seminar hingga melalui jalan sehat.

“Sedangkan data penemuan kasus HIV pada tahun 2017 dari Januari sampai dengan akhir November HIV sudah mencapai 106 orang dan yang sudah menjadi Aids 25 orang,” beber Kepala Dinkes Kabupaten Batang dr Hidayah Basbeth saat jalan sehat dalam angka hari Aids sedunia di Jalan Veteran Batang, Minggu (10/12).

Peringatan Hari Aids tahun ini bertema “Saya Berani Saya Sehat”. Kegiatan jalan sehat diikuti ratusan warga. Rutenya, Jalan Veteran-Jalan Diponegoro-A.Yani-KH A Dahlan-Brigjend Katamso, dan berakhir di Jalan Diponegoro atau Alun-alun Batang.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Batang Mudhofir pengatakan, jalan sehat merupakan puncak kegiatan peringatan hari Aids tingkat Kabupaten Batang. Sebelumnya dilaksanakan kegiatan seminar peringatan hari Aids, talkshow dan VCT secara gratis.

“Peringatan ini merupakan kegiatan untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya untuk mencegah penyakit HIV/ Aids dan betapa penting menjaga kesehatan untuk sehat perlu terapi obat agar kita tidak terkena penyakit mematikan tersebut,” kata Mudhofir.

Di Kabupaten Batang, kata Mudhofir, hampir semua kecamatan ada orang yang positif pengidap HIV dan Aids. Kabupaten Batang sendiri masuk dalam urutan ke tiga kasus HIV dan Aids setelah Semarang dan Kabupaten Grobogan. “Kasus ini merupakan fenomena gunung es sehingga harus bersama kita tanggulangi,” ujarnya.

Terpisah dr Broto S dari RSUD Kabupaten Batang mengatakan, sudah banyak orang yang melakukan tes HIV dan yang positif di Kabupaten Batang sejak tahun 2007 hingga 2017 yaitu sekitar 2.661 orang. Dia juga mengatakan perkiraan risiko dan waktu penularan HIV AIDS dari ibu ke bayi yaitu, selama kehamilan dapat beresiko 5 persen sampai dengan 10 persen, ketika persalinan 10 persen sampai dengan 20 persen, melalui air susu ibu 10 persen sampai dengan 15 persen, keseluruhan risiko penularan 25 persen sampai dengan 45 persen. (han/zal)