Curhat dengan Orangtua Itu Menyenangkan

spot_img

KID zaman now lebih memilih curhat dengan teman, sobat bahkan lebih hebat lagi curhat dengan pacarnya. Mengapa bisa begitu? Jawaban mereka rata-rata: ‘Lebih asyik sih’, ‘Enak saja’, ‘Kalau sama orangtua pasti ujung-ujungnya dimarahin.’ Nah lho? Kenapa bisa begitu ya? Padahal kalau curhat dengan orangtua, penyelesaian masalah bisa lebih mudah terselesaikan.

Tentunya orang tua tidak mau anaknya salah dalam mengambil langkah dari setiap masalah yang dialami sang anak. Orangtua seharusnya menjadi orang yang paling dekat dengan anaknya. Semua curhatan yang dialami anak seharusnya diceritakan kepada orangtuanya untuk mencari solusi terbaik. Cari solusi bersama tanpa terkesan menyalahkan si anak, merupakan langkah awal membuat anak merasa nyaman curhat dengan orangtuanya.

Pada dasarnya anak sedang dalam tahap belajar, dan harus didampingi ketika berbuat salah atau sedang dalam masalah. Dekat dengan anak dan mengerti anak adalah salah satu cara agar anak dan orangtua dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi dasar orangtua yang dimaksud, yakni cara bertanya dan mendengarkan.

Baca juga:   Bangun Religiusitas Pelajar di Zaman Now

Dalam www.apaarti.com, arti bertanya berarti meminta keterangan (penjelasan dan sebagainya); meminta supaya diberitahu (tentang sesuatu). Dengan bertanya, maka si anak akan menjawab pertanyaan yang diajukan orang tua. Cara bertanya pun tidak seperti menanyakan ke pencuri, melainkan dengan ramah, layaknya customer service. Contohnya ketika kita mengkhawatirkan anak kita yang belum pulang. ‘Kak, sudah makan siang belum?’ Bukan dengan pertanyaan, ‘Kak, masih di mana? Kok jam segini masih belum pulang? Buruan pulang’.

Selanjutnya mendengarkan, dalam blog-nya Renaldy Pangasean mengatakan, tujuan mendengarkan dari seseorang tidaklah sama dan ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan mulai dari memperoleh informasi sampai pada pemecahan masalah. Mendengarkan merupakan hal yang paling utama dalam berkomunikasi dengan anak.

Kesalahan yang dilakukan orangtua sekarang adalah anak sudah curhat sebegitu semangatnya, tapi orangtuanya sibuk dengan gadget atau pekerjaannya. Tolong dengarkanlah keluh-kesah mereka sampai tuntas. Hargai cerita mereka. Perhatikan setiap detail bahasa agar mereka merasa dianggap. Setelah mereka selesai curhat, barulah peran kedewasaan orangtua untuk menelaah masalah anak dengan seksama.

Baca juga:   Penggunaan Metode Demontrasi Tingkatkan Keterampilan Service pada Permainan Bola Voli

Saat anak merasa nyaman curhat dengan orangtuanya, mereka akan dengan bebas bercerita tentang masalahnya kepada orangtuanya. Rumah akan menjadi hangat, karena jadi tempat berkumpul, bercanda, tertawa dan sekaligus tempat mencari solusi. Yang dibutuhkan orangtua adalah mau tidak menahan diri untuk tidak buru-buru menyalahkan, melontarkan perasaan dan pikiran. Ingat, membuat anak curhat adalah membuat mereka mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka bukan mengeluarkan perasaan dan pikiran orangtua. (*/aro)

Guru SMA Negeri 10 Semarang

Author

Populer

Lainnya