33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Waspadai Titik Rawan Banjir dan Ambles

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG –Datangnya musim penghujan membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) memetakan beberapa titik rawan banjir dan longsor yang ada di wilayahnya. Salah satunya dilakukan PT KAI Daop 4 Semarang yang mensiagakan  alat material untuk siaga (Amus) agar perjalanan kereta api (KA) tidak mengalami hambatan terlebih, menjelang Natal dan Tahun Baru.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edi Koeswoyo mengatakan di wilayah Daop 4 Semarang, setidaknya ada 5 titik yang diwaspadai karena rawan longsor dan banjir. Diantaranya antara Stasiun Poncol-Kedungjati, serta wilayah Karangjati.

“Sementara titik rawan ambles yakni ada di Karangjati-Gambringan dan Gundih, titik rawan longsor di Kahuripan Cepu dan Kedungjati,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Daop 4 sendiri telah melakukan langkah antisipasi dengan pengecekan daerah yang rawan terjadi banjir dan longsor. Selain itu pihaknya telah mensiagakan empat Amus di beberapa titik rawan untuk melakukan perbaikan bila terjadi kerusakan rel akibat bencana alam.

“Perawatan rutin juga kami lakukan yang melibatkan petugas penilik jalan. Selain itu ada tim sendiri yang memang disiagakan diantaranya flying gank yang siap turun langsung jika terjadi kerusakan di wilayah kami,” jelasnya.

Selain jalur rawan banjir dan longsor, Edi juga mewaspadai perlintasan sebidang tidak resmi yang saat ini tercatat berjumlah 378 titik yang terdiri dari jalan setapak untuk orang dan jalan setapak untuk kendaraan roda dua. Sementara untuk perlintasan resmi, saat ini tercatat ada 109 titik. “Kami meminta masyarakat tidak membuka perlintasan sebidang, karena akan membahayakan perjalanan KA dan menyebabkan kecelakaan,” tutupnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UM Magelang Dampingi Kelola Keuangan BUMDes

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Tata kelola keuangan yang benar menjadi salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang baik pada level unit usaha. Termasuk...

Parpol Didorong Pede Ajukan Nama

SEMARANG – Pengamat Politik dan Pemerintahan Undip Semarang, Teguh Yuwono menilai parpol masih adem ayem menjelang Pilgub 2018. Padahal, sekarang sudah saatnya membocorkan nama...

Ketika Tiga Kepala Daerah Bicara Revitalisasi Pasar Tradisional

Revitalisasi pasar tradisional kini tengah gencar dilakukan oleh hampir semua kepala daerah di Jateng. Pasar yang kumuh disulap menjadi bangunan megah dua sampai tiga...

Tembakau Gorila Masuk Magelang

MAGELANG - Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila yang dihisap adalah tembakau gorila. Bisa-bisa malah berurusan dengan polisi. Seperti yang dialami dua pemuda...

Perum Bulog Digugat Rp 6 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perusahaan pembuat lantai kayu di Kota Semarang, PT Jati Luhur Agung, menggugat Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang, ke Pengadilan Negeri (PN)...

Rajin Silaturahmi Pondok, Kini Jadi Sekhermania

Bukan rahasia lagi jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dekat dengan tokoh agama dan ulama di Jateng. Ganjar kerap terlihat bersama dengan ulama baik...