33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Tujuh Pasangan Mesum Digelandang Satpol PP

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Sebanyak 14 orang remaja atau tujuh pasangan mesum diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, dari kos-kosan di Kecamatan Kajen dan Karanganyar, Jumat (8/12) kemarin. Tiga di antaranya adalah remaja di bawah umur belum genap 14 tahun. Ketiganya dijanjikan oleh pasangannya masing-masing, untuk dicarikan kerja dan diinapkan pada kos-kosan tersebut.

Kasie Operasional dan Penertipan Umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, Siswanto, mengungkapkan bahwa mereka diamankan setelah dilakukan razia penertiban penyakit masyarakat terkait banyaknya pasangan bukan suami isteri yang berada di kos-kosan. “Kami menerima banyak laporan masyarakat yang datang ke Kantor Satpol PP,” katanya.

Menurutnya, razia dilakukan di 5 kos-kosan di Kecamatan Kajen dan 2 kos-kosan di Kecamatan Karanganyar. Hasilnya, ditemukan 7 pasangan bukan suami isteri yang tertangkap basah oleh Satpol PP. Bahkan ada 3 remaja putri yang sempat menangis, ketika dibawa dengan mobil operasional Satpol PP.

Pasangan bukan suami istri tersebut, setelah didata dan dimintai keterangan diberikan pembinaan. Kedua orang tua masing-masing pasangan juga dipanggil. Selain itu, tujuh pasangan mesum tersebut, diharuskan membuat surat pernyataan di depan orang tuanya, untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya lagi. “Dari 7 pasangan bukan suami isteri ini, semuanya masih berusia remaja dan ada 3 remaja putri yang masih di bawah umur. Semuanya sudah kami kembalikan kepada orang tuanya masing-masing, setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ungkap Siswanto.

Siswanto menegaskan bahwa Satpol PP akan terus melakukan razia, guna menegakkan Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang ketertiban umum dan upaya mencegah tindak kriminalitas. Baik ada atau tidak laporan dari masyarakat, pihaknya tetap akan melakukan penertiban tersebut.

Menurutnya razia penertipan umum digelar secara rutin pada tempat dan waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan adanya laporan masyarakat, akan langsung ditindaklanjuti. Karena itulah, pihaknya mengharapkan adanya kerjasama dengan masyarakat.

“Bagi mereka yang terjaring razia, tidak hanya mendapatkan peringatan, namun akan dikenaikan sanksi sesuai dengan perbuatannya. Meski begitu, kami mengedepankan pembinaan, supaya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Siswanto. (thd/ida)

Berita sebelumyaSabet 5 Penghargaan
Berita berikutnyaAgung Merapat ke Bali United

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kesulitan Menulis, Budaya Literasi dan Mading Sekolah

HAMPIR semua siswa mulai SD, SMP hingga SMA dan SMK selalu mengeluh bila melaksanakan kegiatan menulis karangan. Menulis itu sulit. Menulis itu menyebalkan. Menulis...

Lain Bos Anbang Lain Pak Wang

Pistol. Lalu pisau. Lantas kantongan. Tiga kata itu populer di Tiongkok. Sejak Xi Jinping jadi presiden. Empat tahun lalu. Itulah tahapan strategi. Dalam pemberantasan korupsi....

Cari Ikan Dapat Mayat

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Dua nelayan yang sedang menjaring ikan di Pantai Laguna Lembupurwo, Mirit, Kebumen, Rabu (6/6), menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Supriyadi,...

Seleksi Perangkat Tertunda dan Pembangunan Stagnan

DEMAK-Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan merasa prihatin dengan kondisi dan situasi politik di Demak. Sebab, selain dihadapkan pada persoalan terkait penundaan seleksi perangkat desa...

PKL Karangtempel Akan Direlokasi ke MAJT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Karangtempel, Semarang Timur yang berada di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) akhirnya bersedia direlokasi. Sedikitnya 536 PKL...

Peran Guru PPKn dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik

RADARSEMARANG.COM - Sebenarnya, pembentukan karakter peserta didik merupakan tanggung jawab bersama semua guru. Peran ini untuk melengkapi dan memperkuat peran yang sudah dijalankan oleh...