33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Sembunyikan WNA, Didenda Rp 2 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat, bahwa tidak melaporkan keberadaan orang asing di rumahnya yang ternyata masa tinggalnya telah habis itu dapat juga dipidana dengan UU Keimigrasian.”

Supartono Kepala Kantor Imigrasi Pemalang

PEMALANG–Seorang perempuan ibu rumah tangga, Sumartati, 48, warga Jalan Depo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tegal dengan hukuman denda sebesar Rp 2 juta. Setelah terbukti memberikan tempat tinggal dan penghidupan bagi seorang laki-laki dewasa warga negara Malaysia atas nama Ng Soon Teck.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Supartono mengatakan bahwa WNA itu adalah pemegang izin tinggal BVKS yang telah overstay sejak 19 Juli 2013. Seharusnya Ng Soon Teck diwajibkan kembali ke negaranya sebelum masa izin tinggalnya habis. Izin tinggal yang digunakan tidak dapat diperpanjang.

Lebih lanjut, Supartono menjelaskan bahwa hasil penyidikan yang dilakukan PPNS Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang oleh Nani Widiati dan Taufiq Rebowo Hasan menyebutkan bahwa tersangka (Sumartati, red) telah melakukan tindak pidana ringan Keimigrasian. Hal itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 124 huruf b UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

”Sidang yang dipimpin hakim Ardhianti Prihastuti SH pada Jumat (8/12) di PN Tegal itu mengadili tersangka. Selanjutnya menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 2 juta sub pidana kurungan selama 1 bulan jika tidak dapat membayar pidana denda,” papar Supartono kemarin.

Dia mengatakan, pasal 124 huruf b UU No 6 Tahun 2011 menyatakan, ”Setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan atau melindungi atau memberi pemondokan atau memberikan penghidupan atau memberikan pekerjaan kepada Orang Asing yang diketahui atau patut diduga izin tinggalnya habis berlaku, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta”.

Saat ini, lanjut dia, paspor Malaysia dan ID Card Malaysia atas nama Ng Soon Teck disita dan diamankan oleh petugas sebagai barang bukti. ”Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat bahwa tidak melaporkan keberadaan orang asing di rumahnya yang ternyata masa tinggalnya telah habis dapat dipidana dengan UU Keimigrasian,” terangnya. (rid/fat/jpg/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Konvoi dan Corat-coret, Kelulusan akan Ditunda

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Batang yang merayakan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret baju seragam, diancam akan ditunda kelulusan oleh...

Gandeng Santri, Awasi Jalannya Pemilu

UNGARAN–Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) diminta ikut aktif dalam melakukan pengawasan saat ajang Pilgub Jateng 2018 mendatang. Sebagai implementasi pengawasan partisipatif. Hal itu dikatakan oleh...

Sapi Rambo Lambang Partai Gemuk dan Kuat

SEMARANG - Sebanyak 8 ekor sapi dan 3 ekor kambing dikurbankan DPD PDI Perjuangan Jateng di Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9). Salah satu...

Belum Padat, Jalur Tol Rawan Longsor

BATANG-Jika jalur tol Pemalang-Batang maupun Batang-Semarang dipaksakan untuk dilalui arus mudik dan balik Lebaran 2017, sangat berbahaya. Pasalnya, kondisi jalan masih berupa tanah merah...

Dua Pembobol ATM Dimassa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua pembobol rekening di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) babak belur dihajar massa di Sumurboto, Banyumanik. Keduanya dihakimi warga setelah tepergok...

Nadya Valerie, Penyintas Kanker yang Ceritakan Pengalaman di YouTube

DUA pekan sejak diunggah, video Nadya Valerie yang membotaki kepala sudah ditonton 2,1 juta kali. Keputusan itu dilakukan beberapa hari pascakemoterapi kedua. Dengan berbagi...