33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

66 Pengidap HIV/AIDS Meninggal

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

SALATIGA – Persoalan HIV/AIDS tidak sebatas terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajak untuk mengubah paradigma negatif tentang HIV/AIDS sebagai penyakit yang menakutkan. Karena yang perlu dijauhi adalah virusnya, bukan orangnya.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Fakruroji menjelaskan, provinsi di seluruh Indonesia tidak ada yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS, bahkan diperkirakan saat ini HIV dan AIDS sudah menjangkit di lebih dari 85 persen dari total kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Di Kota Salatiga sendiri, sejak ditemukan kasus HIV pada tahun 1994 hingga Oktober tahun 2017, jumlah kasus HIV/AIDS kumulatif mencapai 248 orang yang terdiri dari 155 laki-laki dan 83 perempuan, dengan jumlah kematian ODHA sebanyak 66 orang,” urai Fakruroji saat membacakan sambutan Wali Kota Salatiga dalam Apel Peringatan Hari AIDS sedunia 2017 tingkat Kota Salatiga di Taman Tingkir, Jumat (8/12).

Ia juga mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali praktik dan kerja, baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dalam upaya penanggulangan epidemi HIV dan AIDS yang sudah ada di Salatiga lebih dari 20 tahun. “Mari kita bersama-sama tingkatkan kerja keras bersama dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Hal ini dimaksudkan agar program pemerintah yang disebut dengan “three zero” (zero HIV infection, zero stigma and discrimination dan zero AIDS related death) atau tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, akan tercapai pada tahun 2030, demi generasi penerus kita semua,” jelas Fakhruroji.

Ketua Panitia Kegiatan dr Riani menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh setidaknya 700 orang yang terdiri dari LSM, Warga Peduli AIDS (WPA), instansi vertikal, OPD di lingkungan pemkot Salatiga dan juga jajaran Forkopimda. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan burung pipit oleh Forkopimda dan juga jalan santai dengan rute dari Taman Tingkir, Jalan Tristis Sari, Jalan Tritis Langgeng, Jalan Argotunggal, Jalan Mardi Utomo dan kembali ke Taman Tingkir. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Gaharu dan Parfum Arab Saudi Koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin

Hobi dan koleksi Lurah Peneleh M. Khusnul Amin bisa dibilang lain daripada yang lain. Dia mengoleksi gaharu dan parfum dari Arab Saudi. Selain karena...

94 Kg Daging Tak Layak

SALATIGA – Tim gabungan yang dipimpin Satpol PP Kota Salatiga berhasil menyita 94 kg daging tidak layak konsumsi dalam operasi nonyustisi di los daging...

Untung Ada Tong Eng

SEMARANG - Sosok M. Ridwan benar-benar menjadi sosok penting bagi tim PSIS Semarang yang kini tengah bertarung di ajang Liga 2 musim 2017. Gelandang...

Bukan soal Kerusuhan 22 Mei, tapi Eksekusi Terpidana Mati

JawaPos.com – Sampul majalah luar negeri yang bergambar Jokowi dengan telapak tangan penuh darah tiba-tiba ramai diperbincangkan di medsos. Judul besar yang tertulis di...

Dua Jambret Cengeng Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua jambret diamankan petugas Polsek Banyumanik, dari amukan massa, Kamis (1/2) malam. Salah satu pelaku sempat menangis saat diamankan dalam mobil...

Angkat Kebaya dan Batik Jadi Busana Modern

SEMARANG - Kebaya dan kain batik adalah dua kesatuan yang tidak terpisahkan. Kebaya sendiri adalah sebuah baju adat yang tidak bisa dipisahkan dari wanita...