33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Vonis Lima Taruna Akpol Ditunda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Lima taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diduga melakukan pengeroyokan berujung kematian terhadap Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam batal menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (7/12) kemarin. Pasalnya, majelis hakim pemeriksanya beralasan putusan belum siap disampaikan dalam sidang.

Sidang dengan terdakwa taruna Akpol ini dibagi menjadi dua berkas perkara. Berkas perkara pertama bernomor 648/Pid.B/2017/PN Smg menjerat empat terdakwa, yakni, Christian Atmadibrata Sermumes Bin Yohanes Murdiyanto, Gibrail Charthens Manorek Bin Arfi Manorek, Martinus Bentanone Bin Jondarius Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury Al Jordi  Bin Jhon Dominggus Nahumury. Persidangan dipimpin majelis hakim Antonius Widijantono, dengan jaksa penuntut umum (JPU), Slamet Margono.

Sedangkan berkas perkara kedua dengan terdakwa tunggal, Rinox Lewi Wattimena alias Rinox Bin Jehosua Wattimena, dengan nomor perkara: 647/Pid.B/2017/PN Smg. Majelis hakim dipimpin Abdul Halim Amran didampingi dua hakim anggota, yakni Manungku Prasetyo dan Pudji Widodo. Adapun jaksanya adalah Efrita dan Yosi Budi Santoso.

Ketua Majelis Hakim, Antonius Widijantono, mengatakan, pihaknya masih memerlukan tambahan waktu untuk merampungkan pertimbangan putusan, sehingga sidang ditunda. “Sidang ditunda Rabu, 13 Desember 2017,” kata Antonius saat menunda sidang dalam berkas terpisah.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Andreas Haryanto, mengatakan, pihaknya berharap hakim segera memutuskan kasus yang menimpa ke empat terdakwa tersebut. “Sepengetahuan saya, ada pertimbangan hukum yang perlu ditambah, harapannya segera diputus. Kasihan mereka (terdakwa, Red) sudah terlalu lama ditahan,” kata Andreas kepada wartawan.

Menurutnya, apapun putusan hakim nantinya akan menentukan nasib keempat terdakwa. Pihaknya sendiri menyatakan masih tetap pada pembelaan. Karena ia menilai pengeroyokan bisa terjadi apabila dilakukan di tempat terbuka, dan tidak secara sembunyi-sembunyi.

“Dari awal mereka sembunyi-sembunyi, di tempat tertutup. Itu bukan pengeroyokan, tapi penganiayaan biasa. Harusnya pasal 351 KUHP, bukan pasal 170,” kilahnya.

Andreas juga berharap agar hakim memperhatikan seksama nota pembelaan yang telah disampaikan. “Kalaupun ada pendapat lain, putuskan seadil-adilnya. Masa depan mereka (terdakwa, Red) masih panjang,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Percepat Revitalisasi Pasar Mranggen, Pemprov Suntik Rp 6 Miliar

DEMAK - Pemprov Jateng mendorong Pemkab Demak untuk segera menyelesaikan revitalisasi Pasar Mranggen, Kabupaten Demak. Sebab, pasar yang sudah dilakukan pembangunan sejak 2014 silam,...

Gelar Kampanye Anti Bullying ke Siswa SD

SEMARANG – Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan kegiatan edukasi kepada siswa SD mengenai bullying dengan tema Be A Buddy Not...

FEB UMM Jalin Kerja Sama dengan Pemkab

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang menyelenggarakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan...

Portal Rumah Belajar, Dukung Pembelajaran Efektif

Saat ini terjadi loncatan teknologi pada generasi Z yang luar biasa. Pada generasi digital yang lahir sejak 2000 sampai sekarang, atau penulis sebut generasi...

Didirikan Pastor, selalu Jaga Kebinekaan

Menjaga kebinekaan selalu dipegang oleh pengelola Yayasan Sosial Wikrama Putra Semarang. Puluhan anak yatim dari berbagai latar belakang agama menghuni panti sosial ini. Seperti...

Petis Bumbon Banyak Diburu

SEMARANG – Pasar kuliner di depan Masjid Agung Kauman Semarang menjadi destinasi warga menjelang Maghrib. Beragam masakan, minuman, hingga takjil yang menggoda selera siap...