33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Pembunuh Dewi Astuti Dituntut 13 Tahun Penjara

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Pembunuh Dewi Astuti yang tidak lain adalah selingkuhan sendiri terdakwa Erwin Yogo Cahyono dituntut hukuman 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (7/12).

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Pudji Widodo, JPU Kejari Kota Semarang, Dadang Suryawan menyatakan, sesui fakta sidang terdakwa Erwin terbukti bersalah melakukan pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP

“Terbukti sesuai dakwaan subsidair melanggar Pasal 338 KUHP. Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwin selama 13 tahun penjara,” kata Dadang.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Aris W langsung mengajukan pembelaan tertulisnya. Dalam pokoknya, terdakwa meminta keringanan hukuman. Sidang perkara Erwin akan dilanjutkan pekan depan beracara tanggapan JPU atas pembelaan terdakwa. “Pekan depan kami ajukan repliknya,” sebut Dadang.

Duda beranak satu ini nekat menghabisi nyawa Dewi Astuti,27, di kontrakannya jalan Genuk Krajan RT 03 RW 04 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, Selasa (15/8/2017) sekitar pukul 16.30. Kemudian mayat Dewi dibuang di kawasan Pawiyatan Luhur, Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (15/8/2017) malam.

Saat diperiksa kepolisian, Erwin si penjual beras itu juga mengaku aktif di LSM yang rajin sosialisasi bahaya narkoba serta bagikan sembako gratis. Erwin mengaku mengenal Dewi dikenalkan oleh temannya. Awalnya, dia tidak mengetahui bahwa Dewi masih memiliki suami. Karena saat dikenalkan dengan Erwin, Dewi mengaku sudah cerai dengan suaminya.

Dalam pengakuannya, Erwin geram kepada korban karena BPKB motor miliknya digadaikan. Hal itu menyebabkan dia tidak beraktivitas.”Dia tidak tahu diri. BPKB saya di take over (agunkan) sebesar Rp 5 juta dan uangnya dibawanya Rp 2 juta,” katanya saat itu.

Menurut Erwin, koban menggadaikan BPKB motornya dengan alasan ayah Dewi masuk rumah sakit. Saat itu Dewi mengeluh tidak punya uang untuk membiayai ayahnya. Namun, selama hampir 8 bulan angsuran yang dibayarkan korban hanya tiga bulan. Saat, berangkat kerja dirinya dipepet oleh Debt Collector dan motornya disita. Erwin juga mengaku sangat mencintai korban. Namun sebaliknya korban tidak mengetahui kondisinya saat ini.

Dikatakannya, alasan membuang korban di Pawiyatan Luhur karena kondisinya sepi dan dekat dengan kontrakan yang ditempatinya. Mayat korban dibungkus pakai plastik besar kemudian dimuat pakai sepeda motor. Saat buang mayat itu pelaku ajak anaknya yang masih bawah umur. (jks/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...