33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Maksimalkan Potensi Air Terjun

Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SURUH – Desa Dadapayam memiliki sejumlah potensi alam yang akan dikembangkan menjadi wisata. Potensi tersebut adalah  air terjun Gedad, dan air terjun Sabrangan. Potensi air terjun ini, oleh warga setempat sudah dikelola dan didatangi oleh sejumlah pengunjung.

Namun, sayangnya karena bersifat musiman, pemeliharaan wisata ini selalu menghadapi kendala ketika datang musim kemarau. ”Ya airnya surut, dan harus dibersihkan kembali kalau mau membuka lagi pas musim hujan datang,” jelas Harkam, Kaur Perencanaan Desa Dadapayam.

Harkam (IST)
Harkam (IST)

Selain dilengkapi dengan pemandangan alam yang masih asri, dikatakan oleh Harkam, di Desa Dadapayam masih banyak terdapat kera. Sehingga, air terjun ini memang memiliki potensi untuk dikembangkan layaknya air terjun yang ada di daerah lain.”Itu sudah dikelola oleh pemuda desa Dadapayam. Pembangunannya saat ini memang masih fokus ke yang air terjun Gedad,” jelasnya

Dia menambahkan, dengan dibukanya wisata ini, selain menarik tenaga kerja juga membuka lapangan usaha bagi warga setempat, yakni dengan adanya penjual makanan dan minuman. Akses menuju lokasi air terjun, kata Harkam, masih berupa lintasan yang masih alami.

Dengan sedikit penataan, maka pengunjung akan dipermudah untuk menuju ke tempat yang menawarkan kenyamanan yang alami ini.

”Dari Desa memang mau bikin akses jalan, sehingga pengunjung bisa lebih mudah. Tapi masih dalam tahap musyawarah karena pembangunan jalan ini melewati tanah milik pribadi juga,” jelasnya didampingi sejumlah perangkat Desa lainya.

Selain air terjun, terdapat satu potensi  lagi yang dikenal dengan sebutan Curi Buthak. Sebuah batu menjulang tinggi dengan pemandangan yang sangat bagus. ”Untuk yang Curi Buthak ini bagusnya justru pas musim kemarau. Karena batunya itu bisa tampak seperti orang,” ujar Edi Susanto, kaur Kesra desa Dadapayam.

Pemandangan ini menurut Angga, warga Desa Beji kecamatan Suruh memang bagus, terlebih untuk berfoto. Angga mengatakan, dirinya sempat berfoto untuk  keperluan prewedding bersama temannya di Curi Buthak ini. ”Tapi kalau musim penghujan seperti ini licin. Lebih baik dan lebih bagus itu pas musim kemarau,” ujar Angga kepada Jawa Pos Radar Semarang. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sukai Wisata Budaya

MENDATANGI tempat-tempat baru (traveling) keliling Indonesia menjadi salah satu yang didambakan Eka Priyanti Yuliana, 22. Apalagi traveling ke lokasi wisata yang memiliki nilai sejarah...

Kampanyekan Go Green, Kurangi Penggunaan Kertas

RADARSEMARANG.COM - Tidak ingin anak muda menggunakan teknologi sebatas bersosial media, Loffle Kafe mengajak anak muda memanfaatkan teknologi di bidang profesional. Seperti apa? SIGIT ANDRIANTO MEMASUKI...

KPID Minta Tambah Konten Dakwah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta kepada Lembaga Penyiaran televisi dan radio supaya menayangkan konten yang menyejukkan, keindahan dan pluralitas. “Kami mengharapkan...

Ritual Balas Budi Bagi Leluhur

SEMARANG-Ritual sembahyang arwah atau King Hoo Ping digelar Yayasan Tjie Lam Tjay Jalan Gang Lombok Semarang. Ritual King Hoo Ping atau Ulambana tersebut dipimpin...

BNN Tangkap Dua Pemakai Sabu-sabu

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal menyerahkan dua orang tersangka yang diduga sebagai pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Kedua tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji...

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah

RADARSEMARANG.COM - BALAI Bahasa Jawa Tengah kembali mengadakan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Informasi selengkapnya...