33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

DPD Pastikan Awasi Pengelolaan Dana Desa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN–Banyaknya Alokasi Dana Desa (ADD) hingga mencapai Rp 1,5 miliar setiap tahunnya, seharusnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ironisnya, tidak semua pemerintahan desa mampu mengelola dana desa sesuai harapan pemerintah pusat. Bahkan, tidak sedikit pemerintahan desa yang salah kelola. Karena itu, perlu pengawasan, agar dapat dikelola secara transparan dan bermanfaat. Sehingga desa menjadi lebih makmur dan sejahtera.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPR RI, Achmad Muqqowam, dalam kunjungan kerja di Desa Kedungjaran, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (7/12) kemarin. Rombongan tersebut didampingi oleh Bupati Pekalongan, Asip Kolbihi.

“Fungsi kami sebagai anggota DPD, melakukan pengawasan pada pemerintah, memperingatkan pemerintah, membenarkan pemerintah, memberikan kritik, saran dan masukan. Kalau pemerintah pusat saja tidak paham, bagaimana akan menentukan kebijakan? Itu yang saya temukan hari ini di lapangan,” ungkap Achmad Muqqowam.

Menurutnya, distorsi kesenjangan regulasi, kebijakan, program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait pembangunan desa di Kabupaten Pekalongan tampak sekali. Namun setelah melakukan pengecekan dari hasil laporan pemerintah pusat, bahwa di tahun 2017 ada sekitar 11.274 pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Ternyata laporan tersebut benar adanya. “Karena itu, kami Komisi I datang ke Kabupaten Pekalongan. Ternyata benar ada 11.274 pembangunan di Kabupaten Pekalongan ini,” kata Muqqowam.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan bahwa dana desa di Kabupaten Pekalongan dari tahun ke tahun naik cukup signifikan. Dari 272 desa di Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2015 mendapatkan dana desa sebesar Rp 77,7 miliar. Kemudian tahun 2016 naik cukup tajam sebesar Rp 174 miliar, sehingga tiap desa mendapat dana sekitar Rp 641 juta. Sedang pada tahun 2017 ini, dana desa menjadi Rp 222,5 miliar, sehingga masing-masing desa mendapat dana desa sebesar Rp 818 juta.

Menurutnya, penyaluran tahap I di tahun 2017 ini sudah mencapai 60 persen, atau sekitar Rp 133,5 miliar pada seluruh desa dengan serapan bidang pembangunan desa sekitar Rp 125 miliar dan bidang pemberdayaan masyarakat sekitar Rp 2,34 miliar.

“Pada tahap II, sampai dengan akhir Nopember telah tersalur sebesar 40 persen ke-218 rekening kas desa. Sisanya 54 desa masih dalam tahap penyelesaian,” jelas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polisi Sita 320 Buah Petasan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Menjelang perayaan malam tahun baru 2018, jajaran Polsek Muntilan menggelar operasi cipta kondisi, Selasa (26/12). Sasaran kali ini adalah penjual kembang...

SBY Kangen Kupat Tahu

MAGELANG—Ada yang istimewa dengan kupat tahu di Warung Tahu Pojok Magelang. Makanan ini menjadi menu favorit Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. Senin...

Strategi Anti selfie di Sekolah

DI ANTARA gaya hidup yang paling populer saat ini adalah selfie. Tak lengkap rasanya jika melakukan aktivitas baru atau pergi ke tempat baru tanpa...

Lunpia Delight Gelar Promo Beli 1 Gratis 1

SEMARANG – Tahun ini, Lunpia Delight kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). Seperti TBR sebelumnya, sepanjang bulan puasa ini, penyedia lunpia di Jalan Gajahmada...

Tumbuhkan Semangat Patriotisme Generasi Muda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Korps Mahadipa Jawa Tengah menggelar touring Pendidikan Kebangsaan dan Deklarasi Pemuda Mahadipa Jawa Tengah  di Monumen Tentara Pelajar Boyolali, baru-baru ini. Pemrakarsa...

Bagi Rezeki di Bulan Ramadan

SEMARANG – Midea elektronik, salah satu produk elektronik asal China, di bulan ramadan ini tidak hanya mementingkan keuntungan dalam penjualan elektronik. Sebaliknya di bulan...