31 C
Semarang
Senin, 30 November 2020

Distribusi Gas 3 Kg Dipantau

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SALATIGA – Polres Salatiga melalui babinkamtibmas ikut memantau distribusi gas elpiji 3 kg di wilayah kota Salatiga. Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada penyimpangan dalam distribusinya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan kemarin siang. “Kami melalui babinkamtibmas ikut memantau distribusi ini agar tidak ada penyimpangan. Jika ada penyimpangan silakan laporkan,” papar Yimmy Kurniawan, kemarin.

Dijelaskan dia, pengamanan yang dilakukan memang tidak terbuka atau ada personel yang berjaga. Namun pihaknya terus melakukan pemantauan, apalagi keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg masih saja bermunculan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Hiswana Migas Kota Salatiga.

Menurutnya, secara nasional plafon subsidi gas elpiji 3 kg sudah melebihi batas.
“Di Kota Salatiga jatah gas elpiji 3 kg sebesar 2.692.251 tabung untuk tahun 2017. Hingga Agustus lalu sudah terpakai sekitar 1.700.000-an tabung gas. Pemkot berkait kondisi saat ini sudah meminta tambahan kuota tetapi tidak bisa, karena memang tidak mendapat persetujuan,” jelas Muthoin.

Di sisi lain, akibat kenaikan harga tabung gas elpiji ukuran 5,5 kg (bright) dan ukuran 12 kg (biru), mengakibatkan banyak konsumen yang beralih kembali menggunakan tabung gas ukuran 3 kg.

Harga gas per kilogram untuk bright naik Rp 5 ribu dan gas biru Rp 10 ribu.
Permasalahan lainnya adalah, penjualan gas untuk jatah Kota Salatiga banyak yang terjual kepada warga di daerah Kabupaten Semarang. “Kami sangat berharap agar agen dan pengecer memprioritaskan pembeli dari Kota Salatiga dengan dasar KTP yang dimiliki meski itu sulit praktiknya,” kata Muthoin. (sas/lis)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...