Angkat Wisata Alam, Kuliner dan Batik

Bupati Susun Roadmap Pengembangan Wisata

511

KAJEN-Untuk meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi menyusun roadmap pengembangan wisata di Kota Santri. Pengembangan wisata ini tidak hanya terpaku pada pesona alam yang dimiliki kabupaten, tapi juga pengangkatan wisata kuliner dan batik.

“Kami sudah menysuun roadmap untuk pengembangan wisata. Kami akan angkat semua potensi, seperti di Lebakbarang, Kandangserang, Petungkriyono, Doro dan kecamatan lainnya. Karena semua daerah di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang berbeda-beda,” ujar Asip, kemarin.

Selain wisata alam, lanjut dia, Kabupaten Pekalongan juga memiliki potensi wisata kuliner dan wisata budaya, khususnya batik. “Tempat-tempat sentra batik akan kami kembangkan. Hal itu merupakan pintu masuk kabupaten, mengingat Kabupaten Pekalongan telah dikenal sebagai bumi legenda batik nusantara,” jelasnya.

Hal itu akan ia promosikan secara terus menerus dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tujuan dari keunggulan berbagai aspek ini, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Seperti keajaiban columnar joint atau batu tegak Watu Bahan di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, yang telah mengubah ekonomi masyarakat setempat. Sebelumnya, Lemahabang masuk dalam zona merah peta kemiskinan Kabupaten Pekalongan, namun dengan adanya potensi wisata di daerah setempat, lambat laun kesejahteraan masyarakat pun ikut terangkat.

Diterangkan, Lemahabang berdasarkan hasil penelitian yang sudah disampaikan Badan Penelitian Arkeologi Nasional, memiliki potensi yang luar biasa seperti bangunan candi, columnar joint atau batu tegak Watu Bahan, yang terbentuk sejak 2 juta tahun silam.

“Sehingga Lemahabang sekarang ini akan dijadikan sebagai tempat pendidikan dan pariwisata nasional maupun internasional, namun sebelumnya pemerintah akan melakukan penataan lokasi agar lebih baik, melalui pihak desa,” kata bupati.

Asip pada kesempatan itu mengajak pihak DPRD untuk bersama-sama dalam pembangunan jalan Desa Lemahabang menuju Watu Bahan. Namun sekarang ini kondisi masih kurang bagus, sehingga butuh segera diperbaiki.

Dengan potensi situs arkeologi dan geologi, jelasnya, Lemahabang akan menjadi tempat pendidikan dan kunjungan wisata dalam maupun luar negeri. Sekarang ini, setiap akhir pekan, sudah banyak masyarakat daerah sekitar yang berkunjung menyaksikan potensi keajaiban alam di Watu Bahan.

“Ini juga akan menjadi tempat wisata konservasi alam, sehingga saya akan mendesain tanah untuk rekreasi umum dan khusus. Selain itu, akan dilakukan kerjasama dengan ahli, fungsi riset potensi, ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya. Paling penting fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Asip.

Selain sarana jalan, untuk mendukung pariwisata, jaringan komunikasi dan listrik diharapkan dapat memberikan dukungan di area wisata. Sebab, columnar join setara dengan yang sudah ada di luar negeri, seperti Inggris, Colorado dan Amerika, serta Gunung Padang.

Bahkan hasil bentukan erupsi gunung Rogo Jembangan 2 juta tahun silam itu, menurut peneliti, lebih besar dari columnar join Gunung Padang. Selain situs Watu Bahan, juga ada situs Lemah Abang yang merupakan bangunan candi yang dibangun diatas struktur bangunan lebih tua, serta belum ditemukan di Pulau Jawa dan paling tua. (yan/jpg/ida)