33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

1.653 Keluarga Masih BAB Sembarangan

Terbanyak di Magelang Utara

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

“Jika memang susah disadarkan, Pemkot perlu membuat regulasi yang mengatur hal ini.”

Iwan Triteny Setyadi

MAGELANG—Sebanyak 1.653 kepala keluarga (KK) dari 41.817 KK di Kota Magelang hingga saat ini masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Selain itu, sebanyak 7.131 KK juga masih belum memiliki sanitasi yang layak.

“Kesadaran masyarakat kurang, kemudian budaya yang sudah ada sejak lama, seperti buang air besar (BAB) di sungai. Pendidikan dan ekonomi juga menjadi faktor penyebab sanitasi kurang layak,” jelas Fasilitator Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Sigit Wibawa, di sela kegiatan konsultasi publik dokumen pemutakhiran Strategi Sanitasi Kota (SSK) 2017-2022 Kota Magelang, di Aula Bappeda, Kamis (7/12) kemarin.

Berdasarkan survei dari lembaga EHRA, menurut Sigit, warga yang masih BABS tersebut, tersebar merata di tiga kecamatan. Yaitu: Magelang Tengah 514 KK, Magelang Utara (596 KK), dan Magelang Selatan (543 KK). “Sedangkan untuk sanitasi yang tidak layak di Kota Magelang, ada 7.131 KK. Sedangkan yang sudah sesuai dan layak dengan sistem SPAL-DS ada 30.059 KK dan sistem SPAL-DT ada 2.974 KK,” beber Sigit.

Sigit menjelaskan, sanitasi kurang layak yang dimiliki oleh warga beragam. Di antaranya, mulai buang air besar langsung ke lingkungan (kolam, sungai, tanah, sawah, tempat terbuka), kloset leher angsa yang langsung terbuang ke sungai, dan kloset langsung pembuangan. “Yang terbanyak  ditemukan di Kota Magelang adalah berupa toilet/kloset dengan pembuangan langsung ke sungai,” kata Sigit.

Kepala Bidang Ekonomi Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Ekpraswil Bappeda) Kota Magelang, Iwan Triteny Setyadi menjelaskan, Pemkot Magelang berkomitmen pada 2018, sudah 0 persen sanitasi tidak layak. “Salah satu upaya konkret yang sudah dilakukan oleh Pemkot Magelang adalah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) komunal atau septic tank bersama. Warga bisa memiliki toilet di rumah masing-masing kemudian pembuangan dilakukan di IPAL komunal,” jelas Iwan.

Hanya saja, lanjut Iwan, kendala terbesar yang dihadapi di Kota Magelang adalah sempitnya lahan. Sehingga membuat warga tidak bisa membangun septic tank sendiri. Sedangkan pembangunan IPAL komunal, menurut Iwan, lebih mudah, karena bisa dibangun di jalan atau di titik terbuka lainnya. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh banyak kepala keluarga sekaligus.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi dan pemicuan agar masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang air sembarangan. Jika memang susah disadarkan, Pemkot perlu membuat regulasi yang mengatur hal ini.”

Hingga saat ini, sambung Iwan, Pemkot telah membangun 28 IPAL komunal yang tersebar di seluruh wilayah Kota Magelang. Fasilitas tersebut sudah dimanfaatkan oleh ribuan KK. “Dengan adanya IPAL komunal ini, keberadaan air limbah menjadi tidak mencemari lingkungan/existing di sekitar.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...