POTENSI: Desa Rejosari Kecamatan Bancak memiliki potensi pertanian berupa padi. Selain itu, Desa ini juga memiliki hasil pertanian berupa jagung yang ditanam di antara jeda tanam padi.
POTENSI: Desa Rejosari Kecamatan Bancak memiliki potensi pertanian berupa padi. Selain itu, Desa ini juga memiliki hasil pertanian berupa jagung yang ditanam di antara jeda tanam padi.

BANCAK – Desa Rejosari Kecamatan Bancak akan terus menggali potensi yang ada di Desanya. Dengan demikian, potensi yang ada akan dikembangkan sehingga bisa memberikan manfaat kepada warga masyarakat sekitar.

Kepala Desa Rejosari Eni Wijayanti mengatakan bahwa dengan pertanian tadah hujan, Desa ini optimis bisa seperti desa lainnya dengan unggulan yang menjadi ciri khas desa masing-masing.”Kita tentunya juga pengen seperti yang lain, terlebih yang berdampak pada kesejahteraan warga. Meskipun harus kerja ekstra, kami akan gali terus potensi yang ada di desa ini,” kata Eni kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Eni Wijayanti (IST)
Eni Wijayanti (IST)

Eni menceritakan, sebenarnya di Desa ini sempat ada produk makanan yang cukup banyak diminati, yakni jenang waluh. Namun karena memang ada sejumlah kendala, produksi makanan yang diharapkan menjadi ciri khas desa ini tidak dapat dilanjutkan. ”Dulu sempat kita ikutkan ekspo juga, dan banyak peminatnya juga. Tapi kan ada kendaa juga, di mana bahannya itu sifatnya musiman,” jelas Eni sembari menceritakan ide awal pembuatan jenang ini adalah ketika ada mahasiswa KKN di Desa Rejosari.

Eni menjelaskan, meskipun secara keseluruhan hampir sama dengan jenang pada umumnya, jenang waluh memiliki karakter yang mampu membedakan dengan jenang pada umumnya.

Dirinya berharap, nantinya produk ini dapat dikembangkan lagi sehingga bisa menjadi produk khas dan unggulan Desa Rejosari.”Tapi harus ada pelatihan untuk SDM nya juga. Di sini yang sudah itu pelatihan menjahit. Untuk pembuatan makanan ini akan kami usahakan nanti ke depan,” kata dia.

Hingga kini, Pemerintah Desa, ujar Eni, terus melakukan upaya-upaya untuk menggali potensi ini. Sebab, potensi yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat.

Sementara ini, permeritnah desa mengupayakan untuk meberikan keterampilan kepada warga. Tujuannya, agar warga bisa memproduksi komoditas yang bisa menambah pemasukan bagi warga selain dari hasil pertanian. ”Tapi ya itu, karena sebagian besar petani dan perantauan, musim-musim seperti ini banyak yang merantau,” bebernya.

Ke depan, Eni akan terus mencoba berinovasi dan mengupayakan untuk mencapai tujuannya, yakni kesejahteraan masyarakat. Dirinya ingin agar Rejosari memiliki satu identitas berupa produk yang memiliki pasar yang luas.

”Sebelumnya kita juga punya potensi berupa ubi jalar. Tapi sekarang sudah diganti dengan tanaman kunir, jahe dan yang lainnya. Malah yang kunir ini bisa dikatakan hasilnya cukup banyak,” pungkasnya. (cr4/bas)