33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Terus Gali Potensi Desa

Desa Rejosari, Kecamatan Bancak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

BANCAK – Desa Rejosari Kecamatan Bancak akan terus menggali potensi yang ada di Desanya. Dengan demikian, potensi yang ada akan dikembangkan sehingga bisa memberikan manfaat kepada warga masyarakat sekitar.

Kepala Desa Rejosari Eni Wijayanti mengatakan bahwa dengan pertanian tadah hujan, Desa ini optimis bisa seperti desa lainnya dengan unggulan yang menjadi ciri khas desa masing-masing.”Kita tentunya juga pengen seperti yang lain, terlebih yang berdampak pada kesejahteraan warga. Meskipun harus kerja ekstra, kami akan gali terus potensi yang ada di desa ini,” kata Eni kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Eni Wijayanti (IST)
Eni Wijayanti (IST)

Eni menceritakan, sebenarnya di Desa ini sempat ada produk makanan yang cukup banyak diminati, yakni jenang waluh. Namun karena memang ada sejumlah kendala, produksi makanan yang diharapkan menjadi ciri khas desa ini tidak dapat dilanjutkan. ”Dulu sempat kita ikutkan ekspo juga, dan banyak peminatnya juga. Tapi kan ada kendaa juga, di mana bahannya itu sifatnya musiman,” jelas Eni sembari menceritakan ide awal pembuatan jenang ini adalah ketika ada mahasiswa KKN di Desa Rejosari.

Eni menjelaskan, meskipun secara keseluruhan hampir sama dengan jenang pada umumnya, jenang waluh memiliki karakter yang mampu membedakan dengan jenang pada umumnya.

Dirinya berharap, nantinya produk ini dapat dikembangkan lagi sehingga bisa menjadi produk khas dan unggulan Desa Rejosari.”Tapi harus ada pelatihan untuk SDM nya juga. Di sini yang sudah itu pelatihan menjahit. Untuk pembuatan makanan ini akan kami usahakan nanti ke depan,” kata dia.

Hingga kini, Pemerintah Desa, ujar Eni, terus melakukan upaya-upaya untuk menggali potensi ini. Sebab, potensi yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat.

Sementara ini, permeritnah desa mengupayakan untuk meberikan keterampilan kepada warga. Tujuannya, agar warga bisa memproduksi komoditas yang bisa menambah pemasukan bagi warga selain dari hasil pertanian. ”Tapi ya itu, karena sebagian besar petani dan perantauan, musim-musim seperti ini banyak yang merantau,” bebernya.

Ke depan, Eni akan terus mencoba berinovasi dan mengupayakan untuk mencapai tujuannya, yakni kesejahteraan masyarakat. Dirinya ingin agar Rejosari memiliki satu identitas berupa produk yang memiliki pasar yang luas.

”Sebelumnya kita juga punya potensi berupa ubi jalar. Tapi sekarang sudah diganti dengan tanaman kunir, jahe dan yang lainnya. Malah yang kunir ini bisa dikatakan hasilnya cukup banyak,” pungkasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...